Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Saat Anies Baswedan cagub Jakarta 2017, Jusuf Kalla (JK) berperan besar. Begitu besarnya peran JK, Wapres RI ke-12 itu pasang badan untuk Anies.
Baca Juga : Politik Identitas Identik dengan Anies, Meluas Penolakan Jadi Capres 2024
Kabarnya, saat Pilgub Jakarta itu, Gerindra memasang Anies Cawagub, dan Sandiaga Uno Cagub, tetapi ditolak JK, dan tetap ngotot agar cagub harus Anies bukan Sandi.
Hasilnya, memang Anies menang. Walaupun kemenangan itu dilakukan dengan menggunakan politik identitas, bagi JK itu tak menjadi persoalan.
Ternyata peran JK kepada Anies, ia lakukan juga kepada kelompok mujahidin di Afganistan. Bahkan, JK saat menjadi Wapres yang menerima kelompok mujahidin di rumah dinas Wapres.
Diprediksi, JK akan mati-matian mendukung Anies sebagai Capres. Kedekatannya dengan PKS, Nasdem dan Demokrat akan ia manfaafkan, agar ketiga partai itu mendukung Anies sebagai Capres.
Dari ketiga partai itu, baru Nasdem melalui hasl rakernasnya mengusulkan Anies menjadi bakal calon presiden (bacapres).
Rasanya, PKS akan mengikuti jejak Nasdem mengusung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pertemuan JK dan Surya Paloh bersama PKS menjadi indikator nama Anies menguat.
Demokrat, juga akan merapat ke Nasdem. Setelah di era Jokowi, anak kandung Presiden RI ke-6 tak diajak gabung ke Kabinet Indonesia Maju.
Sudah bisa diduga, ketiga partai tersebut punya maksud sama, yang penting capres yang diusungnya menang. Tak peduli dengan menggunakan politik identitas atau lebih ekstrim lagi cara-cara tak patut.
Ambisius JK itu, hanya bisa tersalur melalui Anies. Karena bagi JK, Anies itu Gubernur bonekanya, dan akan berlanjut (jika berhasil) menjadi Presiden.