Jumat, 5 Juni 2026

Permintaan Kader : Moeldoko Tepat Pimpin Demokrat

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Sabtu, 4 Juni 2022 | 11:55 WIB
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko diminta Kader Pimpin Demokrat, saat gelaran Kongres Luar Biasa di Sibolangit, Sumatera Utara, Maret 2021. Kolase
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko diminta Kader Pimpin Demokrat, saat gelaran Kongres Luar Biasa di Sibolangit, Sumatera Utara, Maret 2021. Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Melalui partai Demokrat, SBY bisa menjadi Presiden selama dua periode (2004 – 2009 dan 2009 -2014). Bukan hanya itu saja, keluarga Cikeas, mendapatkan jabatan politik.

Baca Juga : Anas Urbaningrum Ajak Debat Terbuka ke Eks KPK Yang Menjeratnya, Cikeas -SBY Ketakutan


Putra bungsunya bernama Ibas sudah  memasuki 4 periode  sebagai anggota DPR, dengan jabatan strategis, yaitu Ketua Fraksi Partai Demokrat. Si Sulung AHY,  setelah keluar dari TNI AD dengan pangkat terakhir Mayor purnawirawan ikut Pilkada Jakarta 2017, hasilnya kalah.

SBY pun tak tinggal diam, putra mahkota sulungnya ditempatkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres V Demokrat, yang banyak penolakan dari para kader, jarena kentalnya rekayasa politik .

Kembali ke SBY sebagai Presiden. Saat kongres ke-2 Demokrat di Bandung tahun 2010. Yang mana jagoan SBY, Andi Malarangeng dikalahkan Anas Urbaningrum. Jagoannya kalah, membuat SBY membuat perhitungan.

Menurut pengakuan Elizabeth Susanti atau Santi Suhita,  yang mengaku orang dekat keluarga Cikeas sebagai penasehat spiritual serta operator operasi khusus Cikeas, ia diperintahkan SBY dan Ibu Ani untuk menyatakan bahwa Mas Anas Urbaningrum yang telah menerima hasil tipuan CPNS. Hingga akhirnya, Anas mendekam dipenjara sampai sekarang.

Kini Santi Suhita mengaku, bahwa apa yang disampaikan itu, tidak betul, yang melakukan penipuan CPNS adalah Hartoyo, bukan mas Anas Urbaningrum.

Santi Suhita pun meminta maaf kepada Mas Anas perbuatannya menyampaikan hal tersebut.

Renteten masalah yang menimpa Demokrat, boleh dikatakan awal mulanya terjadi saat jagoannya SBY kalah di kongres ke-2 di Bandung.

Nah, mungkin, untuk membuat Demokrat sejalan dengan rencana trah Cikeas, Anas pun disingkirkan dengan rekayasa kasus yang menimpanya.

Kongres ke-5 di Jakarta tahun 2020, dan Musda Demokrat Sulsel dan Musda daerah lainnya, harus sejalan dengan kemauan Cikeas. Walaupun hasil Musda sudah ada pemenangnya dengan suara terbanyak, tetapi jika tidak direstui Cikeas, maka pemenang suara terbanyak Musda itu tak bisa dipilih dan ditetapkan.

Sehingga, jika ada permintaan sebagian besar pendiri dan kader, bahwa Demokrat perlu diselamatkan ke jalan yang benar sesuai standar umum demokrasi itu ada benarnya.

Gelaran Kongres Luar Biasa Demokrat di  Sibolangit awal Maret 2021,  boleh dikatakan tepat,  meluruskan arah Partai bintang mercy itu ke jalan yang sesungguhnya. Di Sibolangit itu para peserta menyerukan, dan meminta Moeldoko memimpin Demokrat.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB