Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Penggiat media sosial Alifurrahman dalam acara di Seword TV, pada 9 Mei 2022. Menyatakan ada tiga kriteria Presiden pasca Jokowi menurut teori Jayabaya. Pertama Muncul dari kalangan bawah. Kedua Muncul tiba-tiba, yaitu muncul saat membicarakan orang lain. Dan lembaga survei tak pernah menyebut Namanya. Ketiga Orang ini mampu menyelesaikan permasalahan di Indonesia, ketika di Indonesia punya masalah yang sangat pelik, ia muncul dan berani menyelesaikan permasalahan besar bangsa Indonesia.
Baca Juga : Pilpres 2024 : Ahok Siap Tantang Prabowo – Anies
Kriteria pertama, jelas namanya tak pernah disebut oleh lembaga survei politik. Lembaga survei menyebut nama capres 2024. Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Puan Maharani, Anies Baswedan, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, AHY, Erick Thohir, dan Sandiaga Uno.
Orang ini harus menyelesaikan permasalahan di Indonesia sebelum jadi capres. Dan, permasalahan di Indonesia itu apa? Kesenjangan sosial dan radikalisme. Yang disodorkan dari lembaga survei, tak ada nama yang berhasil menyelesaikan permasalahan radikalisme. Gak ada yang berani secara terbuka, misalnya menentang Habib Rizieq Shihab.
Terkait pasca Jokowi dan pasca reformasi berpola. Militer (SBY), Jokowi (Sipil) dan Militer (?).
Mungkin, nama Jenderal Dudung Abdurachman, masyarakat tahu. Coba tanya ke yang pro dan anti Dudung. Langsung saja masyarakat menyebut, Jenderal yang menurunkan baliho Rizieq Shihab.
Pasalnya, selama beberapa tahun tak ada yang pernah mampu membereskannya. Begitu Dudung menurunkan baliho FPI, semuanya selesai. Kelompok FPI dan paham intoleren dan radikalisme tak pernah berkutik.
Jika nanti Anies Baswedan jadi Presiden, FPI bangkit lagi, dan balihonya bertebaran dimana-ma, Sebab. Bagi Anies, Rizieq itu yang membantunya menjadi Gubernur Jakarta, dan dicapres 2024 (jika lolos), pendukung eks FPI akan diultimatum Rizieq dipenjara untuk memilih Anies.
Prabowo Subianto pernah satu panggung bersama di 212 dengan Rizieq, berkoalisi dengan eks FPI dan kawan-kawan.
Kembali ke nama Jenderal Dudung, jika menjadi presiden, gampang dinarasikan. Seorang mantan anak loper koran, jadi presiden Indonesia, ini kan dekat sekali dengan kita, yang mana sebagain besar rakyat Indonesia, saat masa kecilnya pernah melakukannya, seperti yang dilakukan Dudung di masa kecil dan remajanya.
Selain itu, Jenderal Dudung aktivitas dan kariernya mirip dengan Jokowi. Jokowi pernah jadi tukang kayu (mebel), dan dua tahun (2012) masih menjadi Gubernur Jakarta, 2014 Presiden.
Dudung karier militernya. Akhir Nopember 2020 masih Pangdam Jaya, 2021 Pangkostrad, dan 2022 menjadi KSAD.