Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Jika nama Anies Baswedan lolos sebagai Calon Presiden (Capres) 2024. Tanpa dikomando, eks FPI dan HTI bakal mendukungnya mati-matian. Politik identitas digencarkan ke berbagai penjuru wilayah Indonesia. Sudah pasti polarisasi terjadi.
Baca Juga : Selamat Jalan Anies Baswedan 2022, Nikmati 280 Miliar Rupiah Tanpa Bekas
Pasalnya, melalui Anies, kelompok berpaham intoleren dan radikalisme itu merasa terlindungi dan bisa melakukan berbagai cara secara halal menurut versinya.
Baca Juga : Anak Sekolah di Jakarta Terlibat Tawuran dan Demo, Anies Baswedan Tak Cabut KJP
Di kampanya Pilpres 2024, mereka bukan hanya akan perang melalui platform berbagai media, pelarangan dan identitas satu agama akan ditonjolkan. Salah satu ciri khas paling ampuh, jika warga tidak mendukung Anies, maka warga yang satu agama dengan eks ormas itu bakal mengalami nasib pahit. Lahir sampai mati tidak akan diurus alias ditelantarkan oleh kelompok berbalut agama tersebut.
Pasca dibubarkan Presiden Jokowi, HTI pada 2017 dan FPI 2020. Eks kelompok itu bukannya sadar dan instropeksi diri.
Malah mereka terus bergerak. Penyusupan pada demo BEM SI pada Senin 11 April 2022, itu mereka lakukan, Korbannya penggiat media sosial dan dosen UI, Ade Armando mengalami pengeroyokan.
Bagi mereka, Anies bisa diharapkan, dan menjamin ormas yang dibubarkan Jokowi, bersinar lagi dan eksis.
Mereka sadar, Anies perlu dukungan partai untuk lolos sebagai capres. Demokrat dan PKS mungkin akan berada dalam barisan mengusung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dicopot Jokowi. Tinggal dibutuhkan satu atau dua partai lagi.
Bisa dibayangkan? Bila Anies lolos Capres nanti. Eks FPI dan HTI gembiranya bukan main.
Karena bisa memainkan isu-isu agama yang ujungnya terjadi pembelahan sesama anak bangsa. Apalagi jika menang capres 2024? Selain senang, rupanya mereka akan merobek dan meruntuhkan kebhinekaan yang telah ditorehkan para pemimpin pendahalu kita. Kita akan melihat potret nyata tentang menghalalkan di kampanye Pilpres 2024, dan mungkin diteruskan dalam pemerintahan Anies nanti (baca : sekali lagi bila Anies lolos di Capres 2024).