Surabaya NAWACITAPOST - Kunjungan Puan Maharani ketua DPR RI memberikan semangat baru bagi Kader-kader PDI Perjuangan kota Surabaya.
Nyanyian 'Selamat Datang Kader Militan' digemakan sorak sorai mengiringi kedatangan ketua DPP PDI Perjuangan ini, Selasa 1 Maret 2022, malam.
Sesekali juga terdengar teriakan 'Puan Presiden' oleh ratusan kader Banteng mulut putih yang terkenal loyal kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarno Putri.
Disela padatnya agenda, Puan menyempatkan memberikan motivasi kepada barisannya. " Pemilu legislatif kurang dari dua tahun, artinya kita harus siap," ungkapnya kepada kader di kantor PDI Perjuangan jalan Setail Surabaya.
Menurut semua lembaga survey, kata Puan, jika Pemilu legislatif diadakan hari ini, maka PDIP akan menang, meski prosentasenya bermacam-macam.
Namun ia meminta, hasil-hasil survey ini jangan membuat kader lengah apalagi sombong. " Ini menjadi tantangan, bahwa kita sebagai partai yang sudah menang dua kali Pemilu, harus mempertahankannya dan siap hattrick tiga kali," serunya.
" Mampu atau tidak!" teriaknya kembali dan riuh dijawab 'Siap' oleh ratusan kader yang hadir.
Pada kesempatan itu pula, Puan Maharani menyatakan bahwa sejarah Surabaya adalah menjadi tolak ukur kemenangan-kemenangan PDI Perjuangan.
Bahkan, setiap ada pertempuran atau dinamika di lapangan, selalu kota Surabaya ini menjadi 'Die Hard' atau yang terdepan dalam membela ibu Mega.
Puan berharap, kedepan Kader Surabaya bisa kembali membangkitkan jiwa membela pimpinannya. " Nanti, siapapun yang kemudian akan diputuskan oleh ibu ketua umum sebagai calon Presiden dan calon wakil presiden untuk 2024, orang itulah yang akan kita menangkan untuk menjadi Presiden yang akan datang," tegasnya.
" Yang pasti, Ia adalah kader terbaik PDI Perjuangan," Tegas Puan kembali.
Bocorannnya, menurut Puan, yang akan ditugaskan nantinya adalah orang yang pernah ikut berjuang, pernah memperhatikan partai, dan ikut berdarah-darah dalam membangun PDI Perjuangan selama ini.
Kemudian juga turun kebawah, ketemu dengan rakyatnya. " Bertemu dengan orang-orang yang menjadi keluarga besarnya, itulah calon yang nantinya akan ditentukan PDI Perjuangan," ucap Puan.
" Jaman memang sudah berubah, dan kita harus ikut jaman digital ini. Itu penting, tapi kita juga harus melihat pemimpin kita ini ada atau enggak?" pancing Puan, seolah menyindir seseorang.
" Mau enggak yang bersangkutan itu menyatakan dirinya sebagai keluarga besar PDI Perjuangan, setuju atau enggak," sindirnya kembali.
"Pernah enggak, kita lihat Dia itu ada di acara-acara partai, dia pecinta Bung Karno atau bukan. Apakah dia akan meneruskan cita-cita Bung Karno?" tanyanya, dan dijawab setuju oleh semua yang hadir.
Indonesia ini, masih Puan, kalau diberi rejeki oleh Tuhan untuk menang ketiga kali, tentu saja orangnya harus yang bisa meneruskan cita-cita Bung Karno.
"Perjalanan panjang ini, bukan hanya dalam membangun negara saja, perjalanan panjang menuju hak sesuai dengan cita-cita Bung Karno itu harus bisa menyatu dengan orang-orang pecinta Sukarno, iya atau tidak?" tanyanya lagi.
" Apalagi Jawa Timur dan Jawa Tengah ini. Semua selalu mengatakan kami ini Nderek Bung Karno, Kami ini pecinta Bung Karno. Kami ini ingin meneruskan cita-cita Bung Karno atau kami selama ini dari kakek nenek, orang tua sampai anak cucu itu ikut keluarga Bung Karno, ya to...?" katanya.
Inilah harapan yang terus kita bangun bahwa harus ada yang menjaga dan meneruskan, memajukan serta memperjuangkan PDI Perjuangan kedepan untuk meneruskan cita-cita Bung Karno.
" Setuju atau tidak?" seru Puan.
" Jadi menuju 2024, kita harus Kerja, Kerja dan semangat untuk menang lagi," ajaknya.
" Tahun ini adalah tahun penentuan, kita buktikan bahwa Jawa Timur Bisa untuk PDI Perjuangan," tandasnya.
Sebelum itu, dalam sambutan singkatnya Adi Sutarwijono ketua DPC PDIP Surabaya menyatakan sepakat untuk memenangkan pemilu tahun 2024, dan mencetak hattrick kemenangan tiga kali berturut-turut.
" Seluruh kader kota Surabaya bertekad menaikkan perolehan kursi DPRD kota, DPRD Jatim, DPR RI, sekaligus sepakat untuk memenangkan pemilihan presiden di Pemilu 2024," tegasnya.
Hadir pula dalam kesempatan itu, Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua DPP Luar Negri PDI Perjuangan, Puti Soekarno Putri dan Indah Kurnia angota DPR RI, serta Kusnadi ketua DPD PDIP Jawa Timur. (BNW)