Kamis, 4 Juni 2026

Mencoreng MUI, Ferdinand : Bicara Tak Faktual Dihadapan Presiden Jokowi , Anwar Abbas Sebaiknya Minta Maaf

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 15 Desember 2021 | 09:54 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST.COM- Hingga hari ini, pernyataan Anwar Abbas apada acara Kongres Ekonomi Umat Islam II MUI Jumat (10/12/2021) masih terus menjadi perbincangan publik.

Pasalnya, Anwar Abbas bagi orang telah mencoreng nama MUI sendiri dengan berbicara tanpa data, berbicara tidak paham yang disampaikan dan berbicara dengan tendensi menyudutkan Presiden Jokowi secara langsung.

 

Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Mandiri, Ferdinand Hutahean mengatakan ,padahal Presiden Jokowi hadir pada acara tersebut sebagai tamu kehormatan yang hadir atas undangan dan memberi sambutan pada acara tersebut. Tapi MUI sebagai tuan rumah yang diwakili Anwar Abbas justru menyerang tamunya dengan pernyataan-pernyataan yang justru mempermalukan dirinya sendiri sebagai seorang Waketum MUI dan bergelar Doktor.

 

“Sepertinya Anwar Abbas lupa kata bijak leluhur kita bahwa tamu adalah raja,” kata Ferdinand, Rabu (15/12/2021).

 

 

Menurut Aktivis Sosial Politik dan Hukum ini, apa yang disampaikan oleh Anwar Abbas dihadapan Presiden Jokowi amatlah tidak patut.

 

 

Dia menilai , Jokowi seperti dipersalahkan atas sesuatu yang bukan perbuatannya dan lebih konyol lagi disalahkan atas sesuatu yang justru adalah prestasi dan harus dibanggakan yaitu soal menurunnya angka Gini Ratio.

 

“Anwar Abbas melihat angka Gini Ratio yang semakin mengecil sebagai sesuatu yang buruk, padahal semakin kecil angka Gini Ratio, maka semakin baik. “Sungguh memalukan bagi MUI, waketumnya tak paham tentang Gini Ratio tapi bicara dengan intonasi kenang.”ungkapnya.

 

 

“Saya menyarankan agar pak Anwar Abbas sebaiknya minta maaf kepada Jokowi dan kepada Pemerintah atas pernyataannya. Terkait lahan, terkait Gini Ratio dan semua hal yang disampaikan oleh Anwar Abbas yang tidak faktual dan tidak berbasis data,” ucapnya.

 

 

“Permintaan maaf ini penting, Anwar Abbas sebagai ulama harus menunjukkan contoh yang baik kepada masyarakat, kalau salah harus minta maaf, bukan malah bercongkak diri seolah tidak menjadi masalah melakukan kesalahan.”tegasnya.

 

 

Ferdinand menyarankan Anwar Abbas untuk minta maaf, tunjukkan diri patut diteladani. Selain itu ambil hikmah dari yang terjadi bahwa Tuhan lebih melindungi Jokowi dari serangan opini buruk dan negatif kala itu, justru Anwar abbas yang jadi bahan tertawaan publik.

 

 

“Saya melihat Presiden tidak terima dipersalahkan atas kesalahan orang lain, dan tidak diterima dinilai buruk atas prestasi menurunkan angka kemiskinan dan angka Gini Ratio.”tutupnya.

 

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/hukum/2021/12/14/tampar-keras-refly-harun-ferdinand-orang-pro-nkri-dan-cinta-pancasila-dukung-munarman-hukuman-mati/

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB