“Ibu Mega lah yang nanti memutuskan. Politik itu ada seni. Nanti ada momentumnya. Capres dan cawapres akan disampaikan pada momentum tepa. Apalagi dari survey perhatian utama rakyat masih pada masalah perekonomian dan pandemic, bukan capres -cawapres, “ kata Hasto beberapa waktu lalu.
Hasto menegaskan bahwa tidak mau membawa konstestasi terlalu awal. Sebab, saat ini Presiden Jokowi tengah mengatasi pandemi.
“Jadi jangan membawa kontestasi terlalu dini, kasihan Pak Jokowi. Karena Pak Jokowi saat ini , pandemic berhasil dikendalikan, beliau bergerak cepat ke seluruh wilayah Indonesia. Inilah yang direspon PDIP Perjuangan,” ucap Hasto.
Hasto juga memastikan bahwa soal capres-cawapres itu akan ditetapkan oleh Megawati pada waktunya. Hal itu sesuai dengan mandate Kongres partai.
“Jadi di dalam Rakernas itu, partai akan menyiapkan seluruh jajaran agar kepentingan kolektif bangsa dan negara diselesaikan. Sehingga Tanggung jawab partai kepada lebih dari 270 juta rakyat Indonesia bisa ditunaikan sebaik-baiknya,” ucapnya.
BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/11/02/ketulusan-doa-pangeran-charles-untuk-kesuksesan-jokowi-di-ktt-g20/
“Khususnya setelah pandemi dan dalam menghadapi pandemi. Kemudian tentu kami juga mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk pemenangan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2024,” ujarnya
Yang jelas, Hasto mengatakan bahwa KPU sendiri belum menetapkan jadwal pemilu yang definitif. Sehingga tak ada kepentingan bagi partainya terburu-buru menetapkan capres-cawapres.
Dan PDI Perjuangan juga berkaca dari pengalaman dimana Jokowi ditetapkan sebagai capres di 2014, sekitar 3 bulan sebelum pemilihan.
Yang diutamakan PDI Perjuangan adalah seluruh jajaran partai bergerak melakukan langkah konsolidasi di tengah rakyat.
SIMAK VIDEO :
HEBAT, INDONESIA DIPILIH MENJADI PRESIDENSI KTT G20 PADA TAHUN 2022
https://youtu.be/RUj9Ue4pMwE