Kamis, 4 Juni 2026

Denny Siregar Bongkar Bisnis PCR dan Mafia Kesehatan

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 11:24 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Polemik harga Polymerase Chain Reaction (PCR) hingga kini masih terus menjadi perdebatan di publik.

Menyikapi hal itu, pegiat media sosial Denny Siregar mengkritik harga PCR yang menjadi beban bagi masyarakat.

Pasalnya , Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memangkas harga pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Per hari ini, Rabu (27/10/2021), tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR ditetapkan sebesar Rp275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali.

“ Jujur saya nggak paham kenapa tes PCR diberlakukan lagi meskipun kita sudah melakukan vaksin dua kali, “ Kata Denny Siregar, dikutip di video Timeline,Sabtu (30/10/2021).

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/10/28/kemenkes-pemeriksaan-rt-pcr-rp275-ribu-di-jawa-bali-dan-rp300-ribu-di-daerah-lainnya/

Deny Siregar menilai harga PCR sangat mahal untuk para penumpang. Bahkan bisa mahal dari harga tiket.

“Tes PCR itu mahal sekali harganya untuk para penumpang, bahkan bisa lebih mahal dari harga tiketnya, “ kata Denny Siregar.

 

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/10/29/batalkan-harga-pcr-baranusa-minta-jokowi-pecat-menteri-dan-pejabat-yang-terlibat-permainkan-harga-pcr/

Menurut Denny Siregar awalnya biaya PCR mencapai Rp 1 juta rupiah sekali tes, kemudian masyarakat ramai dan protes kepada pemerintah, sehingga Presiden Jokowi memerintahkan harga tes PCR untuk turun ke angka Rp 500 ribu.

Namun, meskipun sudah turun ke harga Rp 500 ribu, tetapi harga itu cukup mahal bagi masyarakat.

“Ya walaupun sudah turun Rp 500 ribu, tetapi tetap mahal untuk ukuran kantong masyarakat,apalagi bagi mereka yang aktivitasnya tinggi yang butuh bolak-balik naik pesawat, “ jelasnya.

Denny Siregar menyebut bahwa pesawat bukan lagi masyarakat kelas atas seperti dulu. Orang berpikiran orang yang naik pewasat adalah golongan masyarakat yang banyak duit, jadi tolong untuk merenformasi cara berpikirnya.

Menurut dia, pesawat saat ini sudah menjadi kebutuhan penting untuk transportasi , sehingga sama pentingnya dengan transport darat, dan laut.

Selain itu, Denny menjelaskan saat ini harga transportasi udara, sudah sama dengan harga transportasi darat, dan laut untuk tujuan daerah tertentu.

Bahkan seluas wilayah Papua misalnya, lebih cepat naik pesawat daripada lewat darat, warga papua juga saat ini sudah tergantung dengan pesawat .

“Karena mobilitas mereka lebih lancar, sudah pasti ekonomi akan bergerak cepat, sebab pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan aktivitas manusianya,” ucapnya.

Denny Siregar menyampaikan pesan keluhan salah seorang Papua yang mengeluh karena untuk perjalanan dari Papua ke Wamena dia dibebani tes PCR harga Rp 500 ribuan . Padahal harga tikenya sendiri sudah hampir Rp 1 jutaan.

“Bayangkan kalau yang berangkat satu keluarga mereka akan lebih dibebankan . Misalnya untuk dua anak saja tes PCR mereka harus keluar uang Rp 2 jutaan rupiah,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memangkas harga pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Per hari ini, Rabu (27/10/2021), tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR ditetapkan sebesar Rp275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali.

 

Batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR ini ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR. “Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp275 ribu untuk daerah Pulau Jawa dan Bali serta sebesar Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan, Kemenkes, Abdul Kadir, dalam keterangan persnya, Rabu (27/10/2021) secara virtual.

 

Simak video Profil Rupbasan Purbalingga WBK 2021 : 

https://youtu.be/syR8q2wy05M

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB