Jakarta, NAWACITAPOST- Beberapa tokoh nasional seperti mantan Ketua MPR Amien Rais, Adhi Massardhi, mantan Presiden PKS M Sohibul Iman, Akbar Faisal hingga Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo menyambangi rumah Rocky Gerung di kawasan Sentul City Bogor, Jawa Barat.
Diketahui, polemik kepemilikian lahan antara Rocky Gerung dengan PT Sentul City TBk menjadi perhatian publik.
Namun, ada pihak yang mendukung Rocky Gerung, dan ada juga yang memberikan pembelaan kepada PT Snetul City TBK yang berlokasi di Bojong Koneng, Babakan Madang.
Politisi Ferdinand Hutahean mengatakan, bahwa secara pribadi melihat berkumpulnya sejumlah tokoh nasional di rumah Rocky Gerung untuk mencari kekuatan politik dan untuk mencari simpatik rakyat.
“ Saya secara pribadi prihatin ya melihat apa yang terjadi saat ini, dimana ada beberapa orang yang kita tahu afiliasi politiknya, kemana terus berdatangan ke tempat Rocky Gerung yang saat ini diminta oleh Sentul City segera membongkar bangunannya karena dianggap berdiri ditanah milik Sentul City,” kata Ferdinand kepada NAWACITAPOST, Sabtu (25/9/2021).
Ferdinand tidak persoalkan soal dukungan sejumlah tokoh nasional itu kepada Rocky Gerung .
“Kedatangan orang-orang ini sebetulnya tidak masalah, sebagai teman dari Rocky wajar-wajar saja memberi dukungan moril kepada Rocky yang penting tetap menghargai norma-norma hukum, dan aturan yang berlaku,” ucapnya.
Dia mengaku jangan dijadikan perkumpulan dan persoalan yang menimpa Rocky Gerung dimanfaatkan untuk membangun kekuatan politik, membangun opini publik seolah pemerintah dan pengembang jahat.
“Jangan sampai ada pembentukan opini bahwa seolah ini pemerintah atau pengembang jahat kepada rakyatnya atau membangun opini seolah ini Ricky yang benar Sentul City yang salah,” imbuhnya.
Sebaiknya kata Ferdinand, siapapun mereka yang berkunjung ketempat Rocky bisa memberikan pernyataan yang tidak mendahului aturan, dan tidak memprovokasi.” Kita serahkan semua kepada hukum yang berlaku dan jangan menciptakan opini-opini yang menyesatkan, ini tidak boleh,” pungkasnya.
Dia mengaku bahwa jangan persoalan ini membuat keadaaan semakin rumit dan menilai seperti Rocky Gerung telah di dzalimin pemerintah.
“Saya melihat ada beberapa yang menyampaikan pendapat seolah ini Rocky dizalimi, negara jahat kepada rakyatnya, padahal tidak sama sekali. Ini hanya soal logika waras saja mengikuti aturan atau mau logika edan merasa jadi hakim dan berhak memutuskan sendiri kesimpulan siapa yang salah siapa yang benar,” tutupnya.
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB