Kamis, 4 Juni 2026

Eks Pentolan FPI Habib Rizieq Ditahan, Denny Siregar : PKS Sepi Job, Kelompok Radikal Terombang-Ambing

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Senin, 23 Agustus 2021 | 16:37 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Pegiat media sosial Denny Siregar menilai bahwa kelompok garis keras di Indonesia sedang tidak punya pijakan. Pasalnya kelompok maupun sosok yang mereka junjung sedang dalam kondisi tidak baik.

“Sebenarnya kelompok garis keras di Indonesia ini sedang kehilangan pegangan,” cuit akun Twitternya @Denny Siregar7, dikutip Senin (23/8/2021).

Denny Siregar mengaku bahwa dengan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dibubarkan dan pentolan FPI Habib Rizieq di penjara menjadi alasan kelompok garis keras atau radikal melempem.

“HTI bubar. Riziek dipenjara. PKS sepi job. Alqaeda hancur. ISIS ngumpet. Itu kenapa ketika Taliban menang, mereka ikut senang,” cuitnya.

Denny menyebutkan bahwa keberhasilan Taliban menduduki Afghanistan hanya satu kabar baik yang dapat dirayakan kelompok garis keras di Tanah Air.

“Kasian sebenarnya mereka. Terombang -ambing seperti buih di lautan,” cuitnya.

Seperti diketahui sebelumnya, FPI baru yang memiliki kepanjangan Front Persaudaraan Islam (FPI) diprediksi masih memiliki daya tarik di masyarakat guna mendulang suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengatakan, pembentukan FPI baru seolah menunjukkan bahwa FPI lama memang masih eksis. Namun demikian, kata dia kekuataan FPI saat ini sudah sangat jauh berkurang dibanding saat Pilpres 2019
Meskipun mulai melemah, bukan berarti FPI tidak memiliki pamor.

Bahkan , dia memprediksi, FPI berpotensi ditunggangi partai politik jelang Pilpres 20214 mendatang.

Fernando menyebut PKS berpotensi besar memanfaatkan kekuatan FPI yang memiliki massa demi mendulang suara.

“Hanya PKS yang berpotensi memanfaatkan kekuatan FPI,” kata Fernando dikutip Nawacitapost.com dari Hops, Jumat (20/8/2021).

Namun, Fernando mengungkapkan bahwa FPI belum tentu mendukung calon presiden yang dijagokan oleh PKS, meksipun FPI sendiri ingin membangun hubungan dengan elit politik tertentu.

Sebelumnya, Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin ikut buka suara mengenai logo FPI baru dengan nama Front Persaudaraan Islam (FPI) yang disampaikannya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, logo baru ini karena menggantikan logo FPI yang dibubarkan pemerintah pada akhir tahun lalu.

“Jadi FPI memang lahir 17 Agustus 1998 disaat reformasi . Disaat semangat reformasi , FPI berdiri,” ujar Novel dikutip Nawacitapost.com dari JPNN.

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB