LJakarta,NAWACITAPOST - Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Organ sayap aktivis pro demokrasi PDI Perjuangan, mengecam keras para mafia alkes.
“Mereka memcoba mengeruk keuntungan sebesar-besarnya di masa darurat ini. Tidak ada jalan lain, harus dilakukan tindakan tegas termasuk mencabut izin usaha” Ungkap Sekretaris Jenderal Repdem, Abe Tanditasik dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (7/7/2021).
Kalau soal keberadaan mafia Kata Abe, itu sudah isu lama. Tapi di penanganan pandemi, khususnya di situasi PPKM Darurat ini saya lihat makin menggila.
“Tiba-tiba tabung oksigen menghilang, obat-obatan melambung dan sulit didapat. Kita semua ingat, di awal pandemi tiba-tiba masker menghilang. Hal ini harus cepat ditangani oleh pemerintah. Kenakan para mafia ini pasal dengan hukuman berat". Tegas Abe Geram
Kelangkaan stok tabung oksigen misalnya, menjadi terhambat gara-gara permainan yang ujung-ujungnya meminta impor.
"Kita ini pengekspor kok malah mafia ini minta impor. Harus diusut siapa-siapa saja yang terlibat dalam permainan ujung-ujungnya minta impor ini. Baik dari seluruh instansi yang terlibat, maupun rekanannya. Sikat habis! Ini ada pejabat gila impor, dasar otak rente!". Imbuh Abe
Repdem juga meminta agar kasus alat antigen daur ulang di Bandara Kualanamu dituntaskan. Tidak cukup hanya memecat Direksi BUMN. Karena, bukan tidak mungkin ada pejabat daerah terlibat dengan para oknum.
"Saya kemarin sempat dengar dugaan alur permainannya. Mereka tidak peduli dengan keselamatan, yang penting meraup untung besar. Hal ini yang harus diselidiki aparat penegak hukum".
Terakhir, Repdem mengajak seluruh masyarakat untuk saling menjaga agar pandemi ini segera berakhir.
"Yang pasti, patuhi prosedur kesehatan. Dua minggu terakhir media sosial beruntun dengan berita duka. Hanya kita, bersama-sama yang bisa menyudahi pandemi ini” Lanjut Abe
Kita lihat di Piala Eropa, sudah mulai ada suporter di stadion. Dengan standar prokes yang berlaku disana. Untuk pemerintah, mungkin bisa menurunkan harga swab antigen sampai dibawah tujuh puluh ribu, bahkan lima puluh ribu rupiah.
“Masyarakat sudah mengeluh, harga surat swab antigen lebih mahal dari alatnya. Jangan biarkan ini menjadi bisnis yang memberatkan masyarakat. Akibatnya ya ga selesai-selesai pandemi ini, kalau mau test antigen saja harganya bisa buat belanja keluarga lima hari. Apalagi PCR. Bisnis surat ini harus segera diakhiri. Jangan biarkan mafia memeras masyarakat. Sudah rakus anggaran negara, memeras masyarakat juga!" Pungkas Abe
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB