Jakarta, NAWACITAPOST - Boleh dibilang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hanya bisa mencar-cari kelemahan dan kesalahan Presiden Jokowi. Entah faktor apa, sehingga pikiran negatif selalu ada dipikiran AHY. Atau karena tidak masuk dalam kabinet Jokowi alias tidak dipakai dalaam posisi apapun di pemerintahan Jokowi. Bisa dikatakan ya, bisa juga tidak.
Baca Juga : AHY Abaikan Panggilan Mediasi Pengadilan , Indikasi Bakal Kalah?
TERKAIT konflik Palestina - Israel yang kini masih berlangsung. Dimana terjadi eskalasi serangan kedua kubu. Namun berbagai media dalam bahkan luar negeri mempersempit konflik itu pada kelompok HAMAS (al-Muqawama al-Islamiyya) yang memang menang Pemilu di Palestina. Bahkan Arab Saudi mencantumkan HAMAS dalam daftar teroris.
Jokowi dalam pidato resmi kenegaraan dan dipublikasikan media internasional berpengaruh seperti CNN, TV Aljazeera dan lain-lain, mengecam keras agresi Israel terhadap serangan yang menewaskan penduduk Palestina akibat serangan itu.
Dilansir laman Presiden Jokowi di sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 PBB, tanggal (22/9/2020) lalu, telah menyampaikan pidato khusus tentang pentingnya Indonesia untuk terus konsisten memberikan dukungan kepada Palestina untuk mendapatkan hak-haknya.
Dikutif laman tribunewes, Presiden Jokowi perintahkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam kapasitasnya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB pada bulan Mei 2019, menyampaikan ada tiga hal penting yang harus diperhatikan Dewan Keamanan PBB terkait Palestina. "Pertama, pentingnya untuk memberikan perlindungan bagi penduduk sipil Palestina . Kedua, perlunya segera diambil langkah konkret untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Palestina . Ketiga, proses perdamaian harus dimulai kembali. Untuk itu perlu segera dibentuk proses perdamaian yang kredibel, yang memastikan kesetaraan semua pihak dalam perundingan," jelasnya.
Kembali ke AHY yang membandingkan era ayahnya SBY. AHY harusnya berkaca dengan cermin yang jelas dan terang. Bukankah AHY saat menjadi TNI pernah bertugas di Palestina? Berarti tahu dan mengerti betul, bahwa peran Indonesia tidak pernah berubah sejengkal pun terhadap Palestina.
Atau pembandingnya (SBY dan Jokowi), karena pernah bertugas di Palestina saat ayahnya menjadi Presiden RI ke -6, dapat fasilitas dan logistik yang banyak dari negara lewat intervensi penuh dari sang ayah.
Padahal di era SBY, bantuan Palestina tidak langsung, kalau tidak salah SBY menggunakan jasa kelompok PA 212. Pertanyaannya, apakah benar bantuan dari negara era SBY diberikan seluruhnya kepada rakyat Palestina, jangan-jangan sebagian dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tersebut.
Terkait cibiran AHY, jubir Demokrat kubu Moeldoko Muhammad Rahmad, membantah pernyataan AHY. Dasar tidak suka pada Jokowi, dimanfaatkan betul oleh AHY, semisal konflik Palestina -Israel, bahwa Jokowi tak berpihak pada Palestina. Faktanya Jokowi tetap membela sepenuhnya Palestina.
Ini pembandingnya, era SBY Indonesia hanya jadi anggota keamaman tidak tetap, sedangkan era Jokowi Indonesia menjadi Presiden Dewan Keamanan (2019 -2020) dan anggota keamanan tidak tetap. Berarti, faktanya Jokowi bela Palestina.
Jadi pernyataan AHY terkait Palestina, ditampar oleh anak buahnya Moeldoko, M Rahmad.