Jakarta, NAWACITAPOST- Politikus Ferdinand Hutahean mengatakan, yang dipersoalkannya promosi babi panggang dua hari lalu memang sengaja dgunakan sebagai senjata untuk menyerang Presiden Jokowi.
Ferdinand menyampaikan sindiran kepada oposisi era Presiden Jokowi yang tidak cerdas.
“Apakah hari ini babi akan masih menjadi jadi senjata menyerang Presiden?” cuitnya di aku Twitternya @FerdinandHaean3,seperti, Senin (10/5/2021).
“Tak salah kalau saya pernah tweet bahwa oposisi jaman saat ini bodoh-bodoh,” katanya.
Ferdinand mengaku, jika kadrun menggunakan isu babi ini untuk menyerang Jokowi
“Akhirnya Babi jadi teman dan alat Qadrun menyerang Jokowi,” ucapnya.
Baca Juga: https://nawacitapost.com/nasional/2021/05/10/jokowi-tidak-tahu-babi-panggang-kader-pks-lebih-familiar
Ferdinand mengaku bahwa penyampaian Jokowi yang promosikan kuliner bipang ambawang untuk menjadi makanan lebaran atau perayaan Idul Fitri tidak benar, menurutnya penyampaian Jokowi adalah untuk mempromosikan Usaha Mikro , Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Tidak perlu harus membully Presiden Jokowi yang mempromosikan makanan khas tradisional sebuah daerah. Promosi itu tentu dipahami Presiden untuk kalangan tertentu, bukan berarti menyuruh semua orang membelinya apalagi yang mengharamkan makanan tertentu,” ungkapnya.
“Bijaklah, bawah itu membantu promosi UMKM,” ujarnya.
Sebelumnya, Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal promosikan bipang (Babi Panggang) Ambawang khas Ambawang yang menjadi polemik seperti dimanfaatkan oleh sebagian lawan poltik Jokowi untuk menyudutkan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Pasalnya, pernyataan Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi galau sepertinya tidak sesuai dengan penyampaian sebagai poltisi yang bijak.
Namun, Bukhori dalam pernyataan itu terkesan lebih familiar terhadap makanan khas Ambawang itu. Ketimbang Jokowi. Ini juga patut dipertanyakan?.
Anggota Komisi VII itu juga sempat mengatakan bahwa Jokowi yang tidak mengetahui soal bipang.
Menanggapi polemik itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta maaf dan, menyebutnya sebagai kesalahpahaman. Ia menjelaskan tidak ada maksud apapun terkait video viral ini.
Dia menegaskan niat awal dari acara itu adalah mempromosikan dan mengajak masyarakat bangga pada produk lokal.
“Kami Kementerian Perdagangan (Kemendag) selaku penanggung jawab dari acara itu sekali lagi memastikan tidak ada maksud apapun dari pernyataan baak presiden. Kami mohon maaf sebesarnya jika terjadi Kesalahpahaman ,” kata Lutfi dalam video You Tube Kemendag, Sabtu (8/5).
Namun, terkait polemik itu, politisi PPP Arsul Sani mengajak untuk memanfaatkan. Dia juga mengungkapkan tentang semangat untuk menahan diri di bulan Ramadhan.
Menurut Arsul dengan perminta maaf Lutfi, persoalan telah selesai.
“ Pak Menteri@Kemendag sebagai penanggung jawab kegiatan dimana Presiden@jokowi sampaikan pesan yang dianggap tidak pas itu telah meminta maaf. Sepatutnya dengan semangat yang melekat pada ibadah’menahan diri’ Ramadhan, kita maafkan. Jadi soal bipang, case closed..Move on lanjutkan puasa,” kata Arsul dikutip dari akun pribadinya@arsul_sani,Minggu (9/5).
Kemudian, dari pihak Istana, yakni, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyampaikan yang dimaksud bipang oleh Jokowi.
Melalui akun Instagram resminya@fadjroelrachman, Sabtu (8/5), terlihat ada foto bipang yang diunggah Fadjroel. “Ini BIPANG atau Jipang dari beras.Makanan kesukaan saya sejak kecil hingga sekarang,Bipang atau JIPANG dari beras inilah yang dimaksud Presiden @jokowi Terimakasih,” tulis Fadjroel seperti dikutip detikcom.
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB