Kamis, 4 Juni 2026

Bela Munarman Tersangka Teroris, Fadli Zon Takut Namanya Disebut

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Sabtu, 1 Mei 2021 | 11:14 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Sebaik apapun yang dikerjakan pemerintahan Jokowi, dimata Fadli Zon pasti salah. Tidak mendukung kebijakan Presiden Jokowi kerap dilakukan Wakil Ketua DPR 2014 - 2019 dari Gerindra. Hal tersebut diaminkan penggiat media sosial yang juga pengamat Komunikasi Politik Fisip UI, Ade Armando ketika dihubungi nawacitapost melalui sambungan telepon, Sabtu (1/5/2021).

Baca Juga : Ade Armando : Munarman Memang Harus Ditangkap 



PERNYATAAN terhadap Munarman ditangkap Tim Densus 88, karena terduga terkait kegiatan teroris. Anggota DPR yang hobinya main twitter, tak percaya bahwa Munarman pendukung utama dan pemberi perintah terhadap teroris.

Rupanya pembelaan Fadli Zon kepada Munarman. Direspon sesama anggota DPR, Dewi Tanjung. Dewi menyerukan kepada polisi untuk segera menangkap Fadli karena membela tersangka teroris.

Lewat cuitannya ditwiter, Dewi menilai apabila Fadli Zon terbukti membela teroris maka pastinya akan ditangkap tanpa harus menunggu surat perintah dari presiden.

“Fadli Zon apabila terbukti mendukung Teroris dan Radikalisme tanpa menunggu surat Perintah Presiden Pasti akan diTANGKAP!” cuit Dewi Tanjung.

Dewi Tanjung pun meminta kepada negara agar jangan takut menindak siapapun yang terbukti bersalah dan melanggar hukum.

Beda dengan Dewi Tanjung yang menyerukan penangkapan Fadli Zon, Ade Armando menyarankan Fadli Zon tidak perlu ditangkap, sebab itu hanya nyinyiran saja. Jadi tak perlu ditanggapi.

Benar adanya, jika ada anggota DPR melanggar tindak pidana, maka perlu surat izin dari Presiden untuk melakukan penangkapan. Pernyataan Dewi, terhadap teroris yang dianggap sebagai kejahatan ekstra ordinary.

Kemudian, soal Munarman ditangkap. Seharusnya, Fadli tak mempersoalkannya. Pasalnya, polisi termasuk Densus 88, adalah lembaga yang dihasilkan melalui produk UU, dan keterlibatan DPR kental menempel dalam memutuskannya.

Jadi aneh, ironis, dan tragis ketika seorang Fadli yang tidak percaya kepada lembaga negara bernama kepolisian. Dalam hal ini tentang ditangkapnya Munarman. Bisa diduga, ketidakpercayaan Fadli terhadap aparat keamanan, menampar mukanya sendiri.

Atau, jangan-jangan, memang Fadli harus membela Munarman, agar eks Sekum FPI ketika ditanya penyidik kepolisian tidak menyebut namanya.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB