Kamis, 4 Juni 2026

Ade Armando : Cacat Logika Arie Untung, Munarman, Refly Soal Mabes Polri (Bagian 1)

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 5 April 2021 | 17:45 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Dalam chanel Youtube bertajuk Logika Ade Armando di Cokro TV, pada Sabtu 3 April 2021. Pengamat komunikasi politik dan juga pengamat teroris, Ade Armando menyoroti dua peristiwa penting di tanah air. Ledakan bom Katedral Makassar, Minggu 28 Maret  2021, dan serangan penembakan di Mabes Polri, Rabu 31 Maret 2021.

Baca Juga : Ade Armando : Amien Rais, Riezieq Shihab, dan Din Syamsuddin Bertanggungjawab Atas Terorisme (Bag. 1) 



Seperti sudah dapat diduga saat ini bermunculan orang-orang yang berusaha membangun frame bahwa aksi teror di Mabes Polri dan sebelumnya bom di Katedral Makasar adalah hasil rekayasa. Memang tidak ada tuduhan spesifik tentang siapa yang jadi aktor mastermind aksi tersebut.

Baca Juga : Ade Armando : Amien Rais, Riezieq Shihab, dan Din Syamsuddin Bertanggungjawab Atas Terorisme (Bag. 2 Habis) 



YANG jelas ada upaya serangkaian kesan,  yang ujung-ujungnya bukan saja meruntuhkan kredibiltas polisi, tapi bisa juga orang menduga bahwa polisi terlibat dalam teror ini. Ada tiga narasi yang dibangun.

Pertama, aksi teror itu bukan sesuatu yang memang alamiah yang dilakukan kelompok-kelompok Islam radikal. Kedua, Polisi sepertinya membiarkan Zakiah Aini (ZA), perempuan berjilbab itu, melenggang masuk dan menembaki petugas di Mabes Polri. Ketiga, Polisi dengan sengaja menghabisi nyawa ZA. Narasi tersebut mengemuka di banyak platform media sosial. Para komentator yang berusaha menyudutkan Polri.

Tweetnya Arie Untung terkait Mabes Polri

Arie Untung yang mantan pelawak ini dikenal artis dan pendukung loyalis PA 212. Arie menulis ditweetnya, "kok gerak-gerik ZA di Mabes Polri itu, sudah terekam sejak sebelum baku tembak. Kameranya bukan CCTV mkn (mungkin) lagi iseng atau indigo ngeshoot lahan parkir eh gak tahunya ada kejadian tak terduga, kok bisa pas record sebelum ada baku tembak," ujar Arie

Ade tak paham, kenapa Arie menggunakan kata Indigo, walaupun dengan bahasa kacau balau, Arie ingin  mengajak pembaca di teweetnya, bahwa ada kejanggalan dalam rekaman tersebut.

Kemudian Imam Besar di New York, Shamsi Ali menulis, merasa heran kok ZA bisa lolos dari penjaga gerbang Mabes Polri, tulisnya, kenapa ZA bisa lolos masuk ya, kenapa penjaga gerbang Mabes Polri tidak menghalangi? Apalagi pastinya mencurigakan?

-
Polisi

Lalu Munarman mantan Jubir FPI, mengecam Polisi sampai menembak mati ZA. Munarman  menyebut lagi bahwa nyawa manusia di Indonesia  harganya terlalu murah. Menurut Munarman, seharusnya ZA dilumpuhkan kaki atau tangannya saja. Tanpa perlu ditembak mati. Azpalagi ZA itu perempuan.

Hal senada disampaikan Refly Harun tidak ada justifikasi bagi Polisi melakukan penembakan dengan semena-mena, kecuali ada serangan yang membahayakan dan mengancam keselamatan mereka. Menurut Refly lagi, polisi tidak dibenarkan menembak mati seseorang yang diduga teroris. Teroris yang sudah terbukti  melakukan pembunuhan pun , tidak boleh ditembak atau dibunuh, kecuali Polisi diserang terlebih dahulu, ungkap Refly.

Penembakan bisa dliakukan kalau dalam rangka membela diri, ada ancaman nyata, dan kalau tidak diserang balik akan membahayakan nyawa Polisi. Bahkan meskipun ada serangan sekalipun, kata Refly konteks tersebut harus tetap diuji. Dalam artian, dilihat terlebih dahulu kondisinya dengan seksama. Apakah, memang perlu untuk ditembak mati.

Selanjutnya, ada pengamat teroris dari Community of Ideological Islamic Analyst, Haris Abu Ulya. Soal namanya, Ade meragukan dia benar-benar pengamat teroris. Namun, kata Ade perlu didengar pendapatnya. Harist mempertanyakan kenapa Polisi harus menembak mati ZA.

Menurut Harist banyak orang yang marah dan labil, lalu dikondisikan untuk bertindak seperti yang dilakukan Zakiah. Zakiah yang menenteng senjata api, lagi labil dan marah, kata Harist lagi. Atau ada kendali hipnotis atau obat-obatan. Kemudian disuruh melakukan sesuatu diluar kesadaran dirinya, ujar Harist.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB