Baca Juga : Marzuki Alie Sebut 2024 Partai Demokrat Hanya Dipilih Oleh Pengurus Saja
Jumpa pers itu berbuntut panjang. Pasalnya nama Marzuki Alie (MA - Sekjen PD 2005 -2010) dituding terlibat dalam gerakan kudeta terhadap partainya itu. Tak terima dengan perkataan AHY, MA menegaskan bahwa menuduh kader di ruang publik sangat tidak beretika sangat tidak etis, tandas MA dalam perbincangan di program acara Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Rabu (3/2/2021).
Marzuki Alie Ketua DPR (2009 - 2014) dan Sekjen Partai Demokrat (PD) 2005 -2010,. foto tangkapan layar kompas TV
"Apalagi ini sudah menyangkut publik, masyarakat luas, saya meminta kepada Pak SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi menegakan aturan partai, kalau itu tidak bisa dibuktikan, saya minta dikenakan sanksi organisasi, whatsApp saya ke pak SBY belum dibalas (Rabu, 2 Februari 2021), saya akan melakukan langkah hukum untuk pembelajaran kepada yang mengurus partai saat ini supaya hati-hati dengan ucapan, partai demokrat jangan diisi oleh orang yang suka memfitnah, jika diisi oleh orang-orang tersebut, partai ini tidak akan besar, akan menjadi pecah belah. Kalau menyebut kader dengan inidkasi-indikasi sudah gak baik, yang menyebutkan nama itu Syarif Hasan, Herman Khaeron, Rachlan Nashidik, menyebutkan nama itu artinya sudah menuduh, nah ini sudah menuduh, kalau mereka itu tidak bisa membuktikan tuntutan saya mereka diberikan sanksi, kalau tidak diberi sanksi saya bawa ke ranah hukum, pasti. Atau dengan kata lain akan dipolisikan mereka yang menuduh saya tak berdasar itu” pungkas Marzuki saat dirinya sebagai Ketua DPR, SBY Presidennya.