Kamis, 4 Juni 2026

Omnibus Law Hanya Alat Pendemo, Tujuan Sebenarnya Menurunkan Jokowi 

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 16 Oktober 2020 | 12:29 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Dalam rentang waktu 5 hari. 8 Oktober 2020 dan 13 Oktober 2020 demo dengan tema sama menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dilakukan berbagai daerah. Berujung rusuh dan pengrusakan fasilitas publik. Demo pertama di Jakarta menurut Anies Baswedan kerugiannya mencapai 25 miliar rupiah, penangkapan belasan pelajar dan mahasiswa terjadi. Namun berhasil dilepaskan tak sampai 1 kali 24 jam. Dalam setiap gerakan demo pasti ada aktor intelektualnya.

Baca Juga : Gatot Dan Din Pengecut? Demo Buruh Dibiarkannya


SEDANGKAN demo kedua, sepertinya Anies belum menghitung kerugiannya. Penangkapan dan pelepasan pelajar serta mahasiswa dilakukan aparat kepolisian sehari sesudahnya. Penggerak demo atau aktor intelektualnya. Berdasarkan keterangan Mabes Polri yang ditangkap dan ditahan yang semula 8 bertambah 1 menjadi  9 orang dengan peran yang berbeda. Mereka itu ada yang di struktur KAMI dan jejaringnya.

Hasutan dan nada ujaran kebencian menjadi alasan polisi melakukan penahanan terhadap orang-orang itu. Bahkan polisi berani memajang mereka dengan mengenakan baju tahanan warna oranye. Dan disiarkan media TV nasional. Raut muka mereka itu sepertinya tak ada penyesalan. Nampak dalam tayangan berbagai TV senyum dan ketawa yang terpancar.

Rencananya, demo ketiga akan berlangsung hari ini (Jumat, 16/10/2020). Temanya pun sama menolak UU Cipta Kerja. Seperti beredar dalam selebaran dan sudah diketahui aparat kepolisian, demo ini mengepung Istana Negara. Dengan tujuan menurunkan Jokowi dari jabatan Presiden.

Hal itu senada dengan ungkapan dosen Universitas Indonesia, Ade Armando dalam akun Twitternya @AdeArmando1 dengan judul Seruan Aksi Serbu Ibukota Jakarta, dengan adanya ajakan kepung Istana Negara. Jadi "Ini beneran mau bela buruh atau mau gulingkan Jokowi ya?" kata Ade dalam akun twiternya.

Sepertinya demo yang ketiga ini, jika terjadi. Merupakan rencana dari gagalnya demo pertama dan kedua. Yang tujuan utamanya tidak berhasil menggulingkan Presiden Jokowi. Yang ada malah hujatan dan cacian dan masyarakat kebanyakan terhadap pendemo berbuat anarkis itu.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB