Kamis, 4 Juni 2026

Beberapa Aktivis Ditahan, Eggy Sudjana Serang Gatot, Internal KAMI Pecah

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 15 Oktober 2020 | 12:16 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Aksi tolak UU Cipta Kerja untuk turunkan Jokowi gagal total. Perpecahan di kubu anti Jokowi sudah sangat terlihat. Gatot Nurmantyo (GN)  dituduh seolah tidak bertanggung jawab. Eggy Sudjana dengan nada santun tapi tajam, mempertanyakan Gatot untuk memberikan bantuan pada para aktivis KAMI yang terkena jerat hukum. Eggy berharap GN (pimpinan KAMI) membuktikan janjinya.

Baca Juga : Aparat Kepolisian Diminta Tindak Tegas Mobil Ambulans Pemasok Batu Untuk Pendemo


SEMENTARA itu dosen Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, sejatinya GN harus turun tangan. Dalam perjuangan satu terluka, maka semua merasa terluka. GN harus membela rekan-rekan seperjuangannya, seperti dilansir kantor berita politik RMOL, Selasa 15 Oktober 2020.

Bahkan beredar meme dengan teks : Anak Buah Ditangkap, Bos Ngumpet Entah Dimana. Sebuah media online menulis dengan judul ; Tidak Peduli Dengan Kawan-Kawannya Yang Ditangkap Bareskrim, Gatot Nurmantyo Dianggap Tidak Setia. Apakah Aksi kerusuhan 8 Oktober dan 13 Oktober 2020 memang dirancang KAMI. Dan lebih jauh lagi didalangi GN. Belum ada bukti konklusif sebenarnya.

Namun, apa yang terjadi memang bisa membuat orang menaruh kecurigaan semacam itu. Penahanan 8 aktivis KAMI oleh pihak Kepolisian tidak secara tegas menunjukan. Bahwa mereka terlibat merancang kerusuhan. Diantara mereka ada 3 nama yang diketahui selama ini sebagai die hieder anti Jokowi ; Anton Permana, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat.



Syahganda adalah Doktor Ilmu Politiik, yang sejak Maret 2020 meramalkan Jokowi akan dilengserkan sekitar September 2020. Jumhur dikenal sebagai orang SBY dan pernah menjadi Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan TKI periode 2007 -2014. Sementara Anton pernah mencalonkan diri sebagai calon walikota Payakumbuh melalui Partai Gerindra, sebelumnya dia juga merupakan tim sukses calon walikota Payakumbuh lainnya dari PKS.

Kedelapan orang ini tidak dituduh makar. Mereka ditahan karena apa yang mereka tulis melalui medsos. Menurut keterangan polisi mereka diduga memberikan informasi yang menyesatkan berbau SARA dan menghasut. Kata Polisi, ngeri kalau membaca isi WA mereka.

Pantas di lapangan terjadi aksi anarki, kata Polisi. Karena yang ditahan semua adalah aktivis KAMI. Wajar bila tudingan sekarang mengarah kepada kelompok KAMI. Dan, begitu orang bicara KAMI yang langsung teringat adalah nama Gatot. Gatot bukan ketua KAMI. Tapi dia dikenal sebagai deklarator KAMI yang juga dianggap menempati posisi sentral di organisasi itu. Maklumlah dia itu panglima TNI Sehingga ada kesan bahwa KAMI sebenarnya adalah gerakan politik yang digunakan Gatot untuk ambisi kekuasaannya.

Ketua KAMI, Din Syamsuddin menyatakan soal penahanan para aktivis KAMI, bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Menurutnya penangkapan para pejuang KAMI tidak akan mengendurkan sedikit perjuangan KAMI untuk meluruskan kiblat bangsa dan negara, ucap Din ' Gerakan moral Kami sudah berada pada point of no return (titik yang tidak ada  kembali). Jadi apakah KAMI terlibat dalam aksi kerusuhan di Jakarta dan beberapa  daerah lainnya. Tidak ada bukti konklusif.

Namun menarik juga untuk mencatat bahwa sebelum aksi 13 Oktober berlangsung, dua hari sebelumnya beredar luas skenario yang dipaparkan melalui seri tweet akun digembokfc kita tidak perlu sepenuhnya percaya dengan apa yang ditulis akun itu, tapi apa yang disampaikannya itu pantas membuat kita menduga bahwa itu didasarkan pada info intelejen Indonesia dalam seri tweet itu sudah disebut soal aksi di Medan tapi yang lebih menarik adalah apa yang digambarkan di Jakarta.

Jadi diungkapkan dalam aksi 13 Oktober 2020, KAMI berfungsi sebagai penyandang dana dan penyuplai logistik. Gatot sendiri pada hari-hari itu akan seolah-olah berada di acara pemberian santunan pada anak yatim di daerah Menteng, disebut pula secara spesifik nama-nama presidium KAMI, nama organisasi mahasiswa, nama mantan jenderal  yang akan mempersiapkan massa, kelompok perempuan yang akan hadir di acara demo, bahkan nama-nama lokasi yang bakal menjadi wilayah kerusuhan.

Gerakan demo itu akan dipermudah pula karena Anies Baswedan sudah memutuskan adanya PSBB transisi, dalam unjuk rasa hari itu, juga akan hadir kelompok alumni 212, FPI, GNPF ulama, nama Jumhur Hidayat pun disebut, jadi ada informasi cukup terinci tentang rencana aksi 13 Oktober 2020 dan sangat mungkin informasi inilah yang menjadikan aparat keamanan bekerja dengan cepat dan efektif mencegah agar  aksi 13 Oktober tidak meluas tanpa kendali, seusai aksi 8 Oktober Mafud MD sudah memberi indikasi siapa aktor dibelakang kerusuhan.

Ketika itu Mafud MD menyatakan pemerintah akan menindak tegas aktor intelektual dan pelaku aksi-aksi anarkis dan berbentuk kriminal dalam demonstrasi menolak UU cipta kerja.

Kini 8 aktivis KAMI di tahan Polisi apakah itu sebagian orang  yang dimaksud Mafud MD sebagai aktor intelektual bisa jadi pula akan ada orang-orang berikutnya. Namun,  yang jelas upaya menunggangi protes UU Cipta Kerja untuk memecah belah dan membuat kerusuhan luas di Indonesia, gagal.

Pertanyaannya apa langkah koalisi anti Jokowi berikutnya. Kerusuhan lagi! Kekacauan lagi! Karena itu kita jaga terus Indonesia dengan mengasah terus akal sehat kita dengan  memperkuat 4 pilar; NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 1945.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB