Kamis, 4 Juni 2026

PKS Dekat Partai Komunis China, Isu Komunisnya Ke Jokowi

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 17 September 2020 | 12:01 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Partai politik bercirikan apapun. Entah itu nasionalis atau religius  pasti membutuhkan kerjasama yang saling menguntungkan. Seperti yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjalin kerjasama dengan Partai Komunis China (PKC). Peristiwa iti terjadi pada 2013 (Saat Presidennya SBY), mungkin saja sampai sekarang.

Baca Juga : PKS Merasakan Pahitnya Manuver Partai Gelora di Pilkada 2020



Kedua partai itu (PKS dan PKC) saling mendukung program masing-masing. Hal itu dijelaskan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PKS Taufik Ramlan, bahwa PKS sudah beberapa kali saling menghadiri agenda masing-masing. Bahkan PKS  sudah menghadiri konferensi iklim yang diadakan PKC.

Kedekatan PKS yang katanya bercirikan religius dengan PKC yang Komunis. Jika dipandang dari politik. Sesuatu yang  biasa saja. Melainkan suatu keharusan. Namun, karena faktor yang bericirikan itu partai yang mengaku religius. Agak aneh dan menjadi pertanyaan.

Tidak mungkin PKS menjalin kontak hubungan dengan PKC kalau tidak ada sesuatu yang didapatkan. Padahal saat itu (2013), PKS sebagai partai koalisi penguasa, yang mana tiga Menteri PKS ada di Kabinet Indonesia Bersatu II; Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufrie).

Sedangkan Pilpres 2014. Berarti ada rentang satu tahun PKS perlu adanya suntikan logistik yang didapatkan untuk Pilpres. Mungkin saja jalinan kontak dengan PKC adanya logistik yang didapatkan PKS. Bisa ya, bisa juga tidak.

Seandainya, logistik didapatkan. Digunakan  untuk mesin partai (relawan dan kadernya) melakukan pendekatan secara gencar dan masif kepada konstituen (pemilih) terutama pemilih bercirikan religius.

Aneh dan ironis, ketika PKS tidak lagi sebagai koalisi penguasa. Dan PDIP sebagai partai koalisi penguasa menjalin kontak dengan PKC. Begitu mudahnya PKS gencar menyatakan bahwa partai tersebut sudah disusupi komunis. dan itu ditularkan kepada pengikutnya untuk terus merecoki dan mendoktrinnya supaya menggelorakan (bila perlu membenci)  bahwa pemerintah Jokowi telah disusupi dan menjadi sarang Komunis.

Padahal elit PKS (saat menjadi partai koalisi penguasa) mendapatkan kenikmatan luar biasa dari jalinan kontak kerjasama dengan PKC.

Padahal jalinan kontak hubungan kerjasama PKC itu terjadi  dengan semua partai yang ada di Indonesia termasuk PKS. Hal itu dilakukan PKC  menjadi investor di Indonesia. Jadi tidak ada hubungan sama sekali dengan isu komunis. Yang jelas itu murni bisnis yang saling menguntungkan kedua  negara.

Jadi berhentillah menuduh kepada Pemerintah Jokowi, tentang isu komunis. Sebab, PKS juga akrab dan bekerjasama dengan  Partai Komunis China juga.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB