Baca Juga : PKS Merasakan Pahitnya Manuver Partai Gelora di Pilkada 2020
Kedua partai itu (PKS dan PKC) saling mendukung program masing-masing. Hal itu dijelaskan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PKS Taufik Ramlan, bahwa PKS sudah beberapa kali saling menghadiri agenda masing-masing. Bahkan PKS sudah menghadiri konferensi iklim yang diadakan PKC.
Kedekatan PKS yang katanya bercirikan religius dengan PKC yang Komunis. Jika dipandang dari politik. Sesuatu yang biasa saja. Melainkan suatu keharusan. Namun, karena faktor yang bericirikan itu partai yang mengaku religius. Agak aneh dan menjadi pertanyaan.
Tidak mungkin PKS menjalin kontak hubungan dengan PKC kalau tidak ada sesuatu yang didapatkan. Padahal saat itu (2013), PKS sebagai partai koalisi penguasa, yang mana tiga Menteri PKS ada di Kabinet Indonesia Bersatu II; Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufrie).
Sedangkan Pilpres 2014. Berarti ada rentang satu tahun PKS perlu adanya suntikan logistik yang didapatkan untuk Pilpres. Mungkin saja jalinan kontak dengan PKC adanya logistik yang didapatkan PKS. Bisa ya, bisa juga tidak.
Seandainya, logistik didapatkan. Digunakan untuk mesin partai (relawan dan kadernya) melakukan pendekatan secara gencar dan masif kepada konstituen (pemilih) terutama pemilih bercirikan religius.
Aneh dan ironis, ketika PKS tidak lagi sebagai koalisi penguasa. Dan PDIP sebagai partai koalisi penguasa menjalin kontak dengan PKC. Begitu mudahnya PKS gencar menyatakan bahwa partai tersebut sudah disusupi komunis. dan itu ditularkan kepada pengikutnya untuk terus merecoki dan mendoktrinnya supaya menggelorakan (bila perlu membenci) bahwa pemerintah Jokowi telah disusupi dan menjadi sarang Komunis.
Padahal elit PKS (saat menjadi partai koalisi penguasa) mendapatkan kenikmatan luar biasa dari jalinan kontak kerjasama dengan PKC.
Padahal jalinan kontak hubungan kerjasama PKC itu terjadi dengan semua partai yang ada di Indonesia termasuk PKS. Hal itu dilakukan PKC menjadi investor di Indonesia. Jadi tidak ada hubungan sama sekali dengan isu komunis. Yang jelas itu murni bisnis yang saling menguntungkan kedua negara.
Jadi berhentillah menuduh kepada Pemerintah Jokowi, tentang isu komunis. Sebab, PKS juga akrab dan bekerjasama dengan Partai Komunis China juga.