Kamis, 4 Juni 2026

Anies Pandai Mengeluarkan Anggaran, Namun Tidak Diselesaikan

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 4 September 2020 | 15:26 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Ajang kegiatan formula E disekitaran Monas adalah proyek yang dianggarkan sebesar 1,6 triliun rupiah. Revitalisasi Monas jadi alasan. Korbannya 190 pohon ditebang, menelan anggaran 147 milyar rupiah. Namun diakhir tahun berubah menjadi 71 milyar karena dianggap tidak sanggup diselesaikan pengerjaannya. Lalu bambu mesum biayanya mencapai 550 juta rupiah. Jalur khusus sepeda di sekitaran ruas jalan tol anggarannya 73,7 milayar. Anggaran peti tugu mati untuk 44 kecamatan bisa mencapai puluhan milyar. Program-program ini bila ditanyakan kepada warga Jakartal, ebih banyak kontra-nya daripada pro-nya.

Baca Juga : Anies Baswedan Mengaku Senang Angka Kasus Positif Covid-19 Harian di Jakarta Naik


Yang paling baru didengungkan adalah pembelian robot pemadam kebakaran LUF60 sebesar 8,89 milyar rupiah. Padahal jika beli di Singapura hanya 4 milyar rupiah, dan Kanada 5 milyar rupiah, ujar Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natali melalui akun twiternya, September 2020.

Grace panggilan akrabnya mengingatkan Gubernur Anies untuk menggunakan pajak rakyat Jakarta hanya untuk keperluan yang benar-benar bermanfaat. Jangan hamburkan uang rakyat, pak? Tulis mantan presenter senior TV One dalam twitnya yang menyertakan emotikan-nya menjura.

Anggaran yang diajukan Gubernur Anies pasti telah disetujui sebagian besar anggota DPRD. Sepertinya sisa dana formula E yang tidak jadi (katanya ditunda sampai covid 19) mencapai 1,529 triliun rupiah, belum lagi sisa dana bambu mesum, jalur sepeda di ruas tol, dan tugu peti mati,  ketiga anggaran itu bisa mencapai  ratusan milyar.

Revitalisasi Monas Yang Tidak Tuntas

Jika ada sisa atau mungkin belum digunakan seharusnya dikembalikan kepada kas daerah untuk dimasukan lagi ke APBD. Namun tidak melanggar juga, jika tidak dikembalikan lagi. Namun dugaan atau prasangka buruk akan menerpa Anies.

Penyalahgunaan anggaran, dan hal-hal negatif lainnya. Dan jangan salahkan bahwa suami dari Fery Farhati ada kepentingan yang disembunyikan untuk dirinya dan kelompoknya. Atau ada anggapan Anies hanya bisa mengeluarkan anggaran tanpa menggunakannya secara tuntas. Sekali lagi ini hanya dugaan saja.

Era Ahok sisa pendapatan biaya penunjang seorang Gubernur yang diatur berdasarkan PP Nomor 109 Tahun 2000 0,13 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat itu mencapai 2,7 milyar perbulan. Ahok gunakan sekitar 700 juta rupiah, sisa 2 milyar dikembalikan ke kas Daerah. Apalagi sisa anggaran yang bukan haknya sudah pasti dikembalikan.

Soal anggaran, mudah-mudahan Anies pun berlaku seperti yang dilakukan Ahok. Bila perlu melebihi Ahok.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB