Baca Juga: Bersiap-siap, Prabowo dan Nadiem Akan Terapkan Pendidikan Militer pada Mahasiswa
Akibatnya bangsa ini terbelah menjadi dua kelompok besar. Namun hal itu hanya berlangsung saat pilpres saja. Dua Kelompok itu perlahan demi perlahan semakin bersatu., ketika Presiden Jokowi resmi mengangkat Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) dan Edhy Prabowo menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2019 – 2024.
Banser NU Siap Siaga Membasmi Kelompok Radikal
Momen Pilpres usai. Ternyata tak membuat kelompok ini berhenti. Berbagai celah terus dicoba. Doktrin dan paham radikal terus disebarkan. Arisan keluarga, dan berbagai komunitas lainnya adalah pintu masuk benih-benih HTI menyebarkan ajarannya.
Kelompok radikal ini ternyata sudah mendominasi berbagai lembaga, pendidikan, BUMN, perusahaan multi nasional, perusahaan swasta berskala besar, rumah sakit, kampus, ASN, dan lainnya.
-
Penangkapan Abudl Halim –HTI, bulan Agustus 2020 di Kabupaten Pasuruan membuktikan bahwa Bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahddatul Ulama (NU) perlu dukungan dari segenap komponen bangsa yang cinta NKRI, terutama dari Menhan Prabowo. Konon kabarnya HTI selalu bersembunyi dan berlindung kepada Prabowo, tapi itu saat Pilpres.
Saat ini Prabowo Subianto sebagai Menhan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra telah menyadari, bahwa HTI dan kelompok radikal lainnya bisa merusak NKRI dan jadi ancaman masa depan. Sudah pasti orang nomor satu di Kementrian Pertahanan menjaga pertahanannya dari rongrongan tersebut.