Kamis, 4 Juni 2026

Bersama Banser NU, Prabowo Bersihkan Khilafah HTI dari NKRI

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 3 September 2020 | 12:01 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Suasana saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang penuh dengan ‘perang’ di media sosial. Saling umpat, caci maki  bahkan cenderung berujar kebencian. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) I yang dilarang pemerintah sejak 2017. Ternyata HTI memanfaatkan momen pilpres tersebut. Diakomodasi dan masuk dalam barisan pendukung,  jelas dukungannya bukan kepada incumbent atau petahana.

Baca Juga: Bersiap-siap, Prabowo dan Nadiem Akan Terapkan Pendidikan Militer pada Mahasiswa


Akibatnya bangsa ini terbelah menjadi dua kelompok besar. Namun hal itu hanya berlangsung saat pilpres saja. Dua Kelompok itu perlahan demi perlahan semakin bersatu., ketika Presiden Jokowi resmi  mengangkat Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) dan Edhy Prabowo  menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2019 – 2024.

Banser NU Siap Siaga Membasmi Kelompok Radikal

Momen Pilpres usai. Ternyata tak membuat kelompok ini berhenti. Berbagai celah terus dicoba. Doktrin dan paham radikal terus disebarkan. Arisan keluarga, dan berbagai komunitas lainnya adalah pintu masuk benih-benih HTI menyebarkan ajarannya.

Kelompok radikal ini ternyata  sudah mendominasi berbagai lembaga, pendidikan, BUMN, perusahaan multi nasional, perusahaan swasta berskala besar, rumah sakit,  kampus, ASN, dan lainnya.

-
Banser NU Siap Mengusir dan Menangkap HTI dan Kelompok Radikal lainnya

Penangkapan Abudl Halim –HTI,  bulan Agustus 2020 di Kabupaten Pasuruan membuktikan bahwa Bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahddatul Ulama (NU) perlu dukungan dari segenap komponen bangsa yang cinta NKRI, terutama dari  Menhan Prabowo. Konon  kabarnya HTI selalu bersembunyi dan berlindung kepada Prabowo, tapi  itu saat Pilpres.

Saat ini Prabowo Subianto sebagai Menhan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra telah menyadari, bahwa HTI dan kelompok radikal lainnya bisa merusak NKRI dan jadi ancaman masa depan. Sudah pasti orang nomor satu di Kementrian Pertahanan menjaga pertahanannya dari rongrongan tersebut.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB