Baca Juga : Jokowi Sita Aset Kroni Orde Baru, Koalisi Perlawanan Bermunculan
Sebut saja mulai Siti Hardijanto Rukmana biasa disapa mbak Tutut menjadi anggota MPR sejak orde baru dan Menteri Sosial selama 3 bulan.Terkenal sebagai ratu jalan tol (penerima hibah pembangunan jalan tol dan proyek pembangunan lainnya).
Sigit Hardijudanto atau dikenal sebagai Sigit Soeharto adalah seorang pengusaha nasional pendiri klub sepakbola Arseto Solo dan punya beberapa bisnis.
Bambang Trihatmodjo pendiri PT Global Mediacom Tbk yang kontroversial dari segi bisnis dan perusahaannya cepat meroket karena posisi meroket.
Siti Hediajati Hariyadi atau dikenal dengan Titiek Soeharto adalah mantan istri Prabowo Subianto yang menjadi anggota DPR. Dengan seorang anak bernama Didit Hediprasetyo. Serta memegang saham dibeberapa perusahaan yang dimiliki Mbak Tutut.
Hutomo Mandala Putra atau dikenal dengan sebutan Tommy Soeharto anak ke 4, pernah menjadi anggota MPR RI 1992 -1998. Tahun 1984, pada usia 22 tahun ia mendirikan Humpuss Group. Dan diuntungkan karena kekuasaan ayahnya.
Humpuss memiliki 20 anak perusahaan. Tak cukup disitu 1985 Tommy membei 65 persen saham Petra Oil Marketing anak perusahaan Pertamina. Dengan akusisi ini, Tommy menjadi broker dan transporter minyak mentah dan menerma komisi $0,30 – $ 0,35 perbarel dan keuntungan labanya $ 1 juta setahun mencapai $200 Juta.
1989 Tommy dan kroni Soeharto, Bob Hasan membeli PT Sempatyi Air Transpor dari sebuah perusahaan militer. Namun tahun 1998 Sempati Air bangkrut setelah Soeharto mundur. Ketika Soeharto didakwa melakukan korupsi tahun 2000 atas penyalahgunaan dana yayasan amal, surat dakwaannya mencantumkan bahwa Sempati air menerima 17,91 miliar dari yayasan Dakab, 13,17 miliar rupiah dari yayasan supersemar dan 11,168 miliar rupiah dari yayasan Dharmais
Siti Hutami Endang Adiningsih atau lebih dikenal dengan nama Mamiek Soehartoputri bungsu Soeharto yang menikah dengan Pratikno Prayitno Singgih pada 1988 dan punya anak bernama Wiratama Hadi Ramanto. Namun pernikahannnya berakhir dengan perceraian.
Selain itu pula dua anaknya Mbak Tutut juga, Dany dan Danty Rukmana bercerai dengan istri dan suaminya masing-masing. hal sama dialamai Bambang yang bercerai dengan Halimah, dan Tommy bercerai dengan Tata.
Apa yang didapat anak- anak cendana itu tak bisa dipungkiri dari ayahnya yang pernah menjadi orang nomor satu di Indonesia. Jabatannya sebagai presiden kedua digunakannya untuk membangun imperium kekuasaan dengan otoriter.
Kekuasaan ayah dari Tommy Soeharto ini dibangun melalui Golkar, ABRI - (sekarang tentara), Polri juga Pegawai Negeri termasuk keluarganya. Lembaga- lembaga ini dipaksa dan diharuskan membentengi langkahnya dalam melanggengkan kekuasaannya lewat pemilu selama 5 kali pemilu.
Siapa yang menghalangi akan mendapatkan akibatnya?. Banyak ativis menjadi korbannya. Ditangkap dan hilang begitu saja sudah bukan hal yang aneh. Begitulah wajah ganteng dan tampan Soeharto yang bersahaja ternyata menyembunyikan kebengisan luar biasa. Jadi tak aneh pula Korupsi Kolusi Nepotisme menjadi pembicaraan tersembunyi kala itu, tapi tetap disuarakan.