Kamis, 4 Juni 2026

Ahok Calon Kuat Kepala Badan Otorita Ibukota Negara Baru

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:44 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST-Desain bertema “Nagara Rimba Nusantara” untuk Ibukota Negara Baru (INK) karya Urban+ yang didirikan Sofyan Sibarani ditetapkan sebagai pemenang pertama dan berhak mendapatkan hadiah berupa uang sebesar 2 Milyar Rupiah pada Senin 23 Desember 2019. Sedangkan tempat INK yaitu Kalimantan Timur;  Kabupaten Panajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Baca Juga : Tangan Ahok Sapu Bersih Enyahkan Korupsi di Tubuh Pertamina


Jika desain dan tempatnya untuk INK sudah final alias tidak bisa diganggu gugat. Saat ini tinggal siapa yang tepat memimpin sebagai Kepala Badan Otoritanya.

Berikut adalah empat nama calon tersebut yang telah diumumkan Presiden Jokowi. Keempatnya adalah Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyana dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Azwar Anas selain sebagai Bupati Banyuwangi adalah kader politik PKB (2014 -2015) dan saat ini sebagai kader PDI Perjuangan. Namanya sempat diajukan sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur berduet dengan Saefullah Yusuf  saat pilkada 2018. Namun dirinya menolak dan mengundurkan diri dari pencalonan dan memilih tetap sebagai orang nomor satu di Banyuwangi.

Tumiyana sempat jadi Direktur Utama Wijaya Karya periode (2018 – Juni 2020). Namun pada Juni 2020 juragan Sapi ini dicopot oleh Menteri Negara BUMN Erick Thohir. Lulusan Teknik Sipil Universitas Borobudur Jakarta mungkin saat ini lagi mengurusi binis Sapi yang berjumlah 38.000 ekor di Klaten Jawa Tengah.

Bambang Brojonegro jiwa akademisnya masih melekat dalam dirinya. Dunia mengajar di kampus sepertinya selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya. Selain itu suami dari Irina Justina Zega pernah menjadi Menteri Keuangan,  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia.

Presiden Jokowi dan Ahok

Calon keempat adalah Ahok. Tokoh ini selalu mengundang kontroversial. Pernah menjadi Bupati Belitung Timur, Parlemen Senayan, Wakil Gubernrur Jakarta, dan Gubernur Jakarta. Dan jangan lupa pernah menghuni penjara di Mako Brimob Kelapa Dua akibat desakan kelompok massa PA 212, Depok.

Saat sebagai orang nomor satu Jakarta berhasil mengurangi banjir dan macet, kemudian membentuk pasukan oranye dan biru yang diambil dari warga rajin disetiap kelurahan, dipersiapkan untuk membersihkan kali, gorong-gorong dan mengatasi banjir.

Memang secara kedekatan pribadi dan mungkin kerja. Ahok dianggap layak dipilih kakek dari La Lembah Manah. Selain tahu karakter dan sepak terjang ayah dari Nicholas juga tak diragukan integritas dan loyalitsa. Soal adanya mafia apapun. Ahok adalah orang yang tepat untuk memberantasnya. Selain itu pula ayah dari Nathania Purnama juga paham tentang ayah dari Gibran Rakabuming Raka. Se

Sepertinya untuk Kepala Badan Otorita, Jokowi perlu memilih "orang gila dan berani". Yang melekat dengan itu, nampaknya ada pada ayah dari Daud Abener Purnama.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB