Baca Juga : Dualisme di Golkar, PPP, Hanura Berhasil Diselesaikan Yasonna, Berkarya Menanti
Gara-garanya Yasonna menerima kubu Muchdi PR yang diwakili Badaruddin Andi Picunang di kantor KemenkumHAM pada Kamis 23 Juli 202.
Kubu Tommy Soeharto yang diwakili Ketua Umum Perisai Berkarya yang juga Ketua Umum Front Nasional Berkarya Tri Joko Susilo, SH rencananya akan bertandang ke KemenkumHAM juga setelah serangkaian pertemuan dengan 30 DPD Seluruh Indonesia di Gedung Granadi, Jakarta pada 8 Juli 2020, dan bertemu dengan sayap organisasi Berkarya di Hambalang, Bogor Sabtu 25 Juli 2020.
Tri menyatakan bahwa Front Nasional Berkarya memastikan akan melakukan komunikasi persuasif dengan Kemenkumham. Menurut mereka Munaslub itu ilegal.
Bahkan mendesak dan mengancam MenkumHAM Yasonna untuk membatalkan dan menolak, apalagi sampai mengesahkan kubu Muchdi PR, ujarnya.
Ancaman verbal dari Tri tentu atas seijin Tommy Soeharto kepada MenkumHAm bahwa jangan “jangan coba-coba mengobok-obok partai berkarya dan kami memastikan seluruh kekuatan pelopor massa di tubuh Partai Berkarya memberikan perhitungan yang keras dengan menurunkan massa aksi di depan kantor Menkumham kalau Yasonna melakukan pengesahan pada Munaslub yang tidak sesuai AD/ART partai.
Seperti diketahui bahwa pertemuan Yasonna dengan kubu Muchdi PR belum sampai pada kesimpulan atau titik bahwa kubu Tommy yang sah dan Muchdi tidak atau sebaliknya.
Yasonna hanya mengatakan berkas dokumen hasil dari Munaslub yang diadakan di Hotel Kemang Jakarta akan dipelajari dulu, Kamis (23/7/2020).
Rekam jejak Kakek dari Nadya, Jacob dan Hana sudah teruji dan berhasil 3 partai yang lolos Parlemen Senayan pada Pemilu 2010 dan 2014 yaitu Golkar, PPP dan Hanura. Ketiga partai tersebut diselesaikan Yasonna bukan dengan tangan besinya namun berbekal hukum dan aturan yang berlaku disertai pertemuan instensif yang tidak ada dirugikan.
Kubu Partai Berkarya Tommy Soeharto Bubarkan Munaslub Partai Berkarya Kubu Muchdi PR Secara Paksa
Bahkan ketiga partai yang berkantor di Slipi, Jalan Diponegoro dan MH Thamrin Jakarta tak bisa mendikte Yasona. Mereka justru menerima hasil yang telah diputuskan suami dari Elisye Widya Ketaren dengan arif dan bijak.
Jadi aneh kalau kubu Tommy mendesak dan mendikte Yasonna harus mengikuti kemauannya. Yasonna punya segudang pengalaman apalagi untuk partai yang tidak lolos ke Senayan ini.