Baca Juga : Partai Politik yang akan Mendominasi Kursi di DPR RI
Hasil dari pemilu legislatif 2019 partai ini tak lolos ke Senayan. Namun boleh berbanggalah menempatkan 8 kadernya duduk di Parlemen Kebon Sirih, Jakarta. Namun sayang Partai yang berkantor pusat di sekitaran pasar Tanah Abang ini usai Pemilu 2019 dirundung masalah internal.
Seperti dilakukan Enam Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PSI Kotamadya Bekasi yaitu David Simbolon - Mustika Jaya, Ronny Iskandar - Bekasi Selatan, Arief Haryono - Rawalumbu, Rico Oktavian - Jatiasih, Jacksond Sitorus - Bekasi Barat.
6 DPC PSI Kota Bekasi yang mempertanyakan Keputusan DPP Mengganti posisi Mereka (Oktober 2019)
Keenam DPC tersebut merasa tak dihargai DPP, bahkan terkesan DPP menjalankan etika yang tak patut dan jauh dari kenormalan yang berlaku serta sewenang-wenang. Dan itu bisa terbaca dalam situs KPUD Kota Bekasi yang nama-nama mereka tak dicantumkan lagi.
Padahal, seperti dituturkan Jack mereka sempat berkeringat dan berdarah-darah sewaktu PSI mau mendaftar ke KemenkumHAM dan KPU. DPP minta tolong kepada 6 orang tersebut. Hasilnya yang didapat seperti ini, tandas pemilik bekasipedia saat ditemui beberapa media pada 20 Oktober 2019 di kawasan Jatibening Bekasi.
Hal tersebut mereka tuangkan dalam isi pernyataannya disebutkan juga, bahwa telah terbit SK Kepengurusan DPC baru yang terdapat di situs KPUD Kota Bekasi dimana beberapa DPC telah diubah kepengurusannya tanpa sepengetahuan mereka selaku pengurus yang lama serta melalui proses yang beretika.
Hal lainnya dalam pandangan survei dari Indikator Politik Indonesia yang di release resmi oleh lembaga ini bahwa PSI hanya naik dari 0,6 persen di Pemilu 2019 dan disurvei menjadi 0,7 persen. Bahkan diduga partai yang dinakhodai mantan presenter TV Swasta ini tak tembus ke Senayan untuk kali kedua pada 2024.
Belum lagi partai ini di DPRD DKI Jakarta banyak musuhnya dengan partai terkait ceplas ceplosnya yang katanya memperjuangkan rakyat. Sempat disemprot juga oleh koalisi partai, PDI Perjuangan dan Nasdem perihal ceplas–ceplosnya itu kepada media yang tak sepantasnya dilakukan.
Partai yang kaya gagasan dan ide belum tentu juga diterima para pemilih. Pasalnya pemilih melihat rekam jejak dari partai melangkah dan menyentuh kehidupan masyarakat atau tidak. Nampaknya PSI belum ke taraf tersebut.