Jakarta, NAWACITAPOST- Tuluskah Partai Berkarya setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) mendukung Jokowi? Jika dilihat dari dinamika yang terjadi antara kubu Tommy Soeharto dan Muchdi PR, bisa jadi ya.
Pagelaran Munaslub, terkait gagalnya partai ini menembus Parliamentary Threshold atau ambang batas suara ke parlemen adalah alasannya. Perlawanan penolakan dari kubu non Munaslub, bisa dibilang ya, mengarah ke arah tulus. Namun, coba kita tengok sejenak, tentang rekam jejak masing-masing dua kubu ini. Muchdi PR adalah bekas anak buah Prabowo Subianto (PS) di Kopassus, sedangkan Tommy Soeharto adalah adik kandung dari Titiek Soeharto, dan Titiek Soaharto ini adalah Mantan istri PS.
Selanjutnya dalam perjalanan politiknya, PS berlabuh ke Jokowi menjadi Menteri Pertahanan, sedangkan TS tak dilirik kakek dari Jan Ethes ini. Kembali ke Munaslub yang menghasilkan dua keputusan penting, selain menunjuk Muchdi PR sebagai Ketua Umum dengan Sekjennya Andi Picunang untuk periode 2020 – 2025, juga merubah kata menjadi Partai Beringin Karya, dengan warna partai semula kuning menjadi putih.
Hasil Munsalub juga menetapkan sejumlah program yang akan dijalankan hingga lima tahun ke depan yang selanjutnya akan dibahas dalam Rapat kerja nasional (Rakernas) partai. "Akan disegera tindaklanjut dalam rakernas beberapa bulan ke depan setelah mendapat pengakuan dari pemerintah, dalam hal ini SK Kemenkumham," tegas Andi dalam video konfersnya.
Selanjutnya, masihkah riak-riak partai Berkarya, yang berujung Munaslub tulus atau hanya setingan belaka. Bisa dikatakan aneh, karena untuk mendirikan Partai politik, perlu logistik yang tidak sedikit, mulai infrastruktur partai di pusat sampai daerah harus dipersiapkan juga, SDM nya, sertab terkait lainnya itu, dan yang mampu melaksanakan itu, mungkin hanya segelintir orang, dan bisa dikatakan TS salah satunya.
Sehingga, Munaslub walaupun sempat ada ketegangan dan pengrusakan apakah itu hanya langkah-langkah yang disengajakan. Apalagi kabarnya, dukungan Berkarya ke pemerintahan Jokowi sangat diperlukan, terkait SK MenkumHAM mungkin bisa didapatkan, juga erat hubungannya juga dengan dukungan PS di 2024. Dan yang bisa diterima koalisi kubu Jokowi adalah Muchdi PR, karena Jokowi ini didukung Partai PDIP dan Nasdem juga non partai adalah aktivis 98. Dari Penjelasan ini bisa tergambar dengan jelas, bahwa memang yang resistensi kecil adalah bekas anak buah PS ini.
Editor: Ronaldy
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB