Panggilan Jiwa untuk Gereja
Sebelumnya, Ketua Penyelenggara yang juga Ketua PGLII DIY, Pdt. Onwin Frans Hetharie, S.Th., memantik diskusi dengan menegaskan bahwa gereja harus membuka mata terhadap persoalan bangsa saat ini. Gereja tidak boleh mengisolasi diri, melainkan harus bersatu memberikan kontribusi nyata.
Di akhir acara, atmosfer diskusi bermutasi menjadi sebuah refleksi spiritual yang mendalam. Seruan Ruyandi Hutasoit berhasil menggugah kesadaran terdalam para peserta: peran gereja dan orang percaya tidak boleh mati untuk bangsa ini. Di tengah situasi nasional yang penuh tantangan, gereja ditantang untuk keluar dari zona nyaman dan turun ke masyarakat.
Gereja harus bangkit, bergerak, dan menjadi garam serta terang dunia yang sesungguhnya bagi Indonesia.
Artikel Terkait
Drama SPAM Pesawaran: Dendi Dituntut 11 Tahun, Kapan Sekwan Toto Sumedi Terseret ke Kursi Panas?
19 Tahun Pesawaran: Hilal Kemakmuran yang Redup di Tengah Boikot Politik dan Pusaran Korupsi
Dramatis! Pertaruhkan Nasib Warga Kampung Belian, DPRD Kota Batam Gelar RDPU Skala Besar demi Keadilan Lahan
Gebrakan Parlemen Batam: Komisi IV DPRD Dorong Pariwisata Naik Kelas demi Dongkrak Ekonomi Rakyat!
Bukan Lagi Penonton di Tanah Sendiri: Membedah Cetak Biru Gerakan "Betawi Naik Kelas"