"Kritik dan pengawasan publik adalah harga mati dalam demokrasi. Kebijakan yang diambil harus berpihak pada rakyat, karena kepercayaan publik adalah kunci utama menghadapi krisis ini," pungkasnya berapi-api.
Pernyataan keras dari bumi Flobamora ini seolah menjadi peluru baru yang memperpanjang daftar gugatan publik terhadap ketahanan ekonomi nasional. Kini, bola panas ada di tangan pemerintah: akankah mereka hadir sebagai pelindung, atau membiarkan rakyat bertarung sendirian di tengah badai global?(Sandiang K Ndapa Namung)
Artikel Terkait
Gemilang di Surabaya, MUSDA VI DPD HIMNI Jatim Sukses Cetak Nahkoda Baru Demi Kejayaan Ono Niha
Sandiwara dalam Kebisuan, Ketika Kebenaran Diduga Dikubur Rupiah Korupsi
Misteri Anggaran Miliaran Padangsidimpuan—Uang Pusat Cair, Mengapa Siswa Belajar di "Gedung Maut"?
Gurita Bisnis PT ANJ Agri Siais, Hukum Rimba di Atas Tanah Tapanuli Selatan
Mantan Kepsek SMAN 1 Angkola Selatan Diduga Jadi Predator Seksual, Dinas Pendidikan Ikut Disorot!