Jakarta NAWACITA – Pemilihan presiden 2019 memunculkan dua kubu, pendukung capres nomor urut 01 Jojow0-Ma’ruf Amin dan pendukung capres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.
Perolehan suara pilpres real count KPU yang mencapai lebih dari 62 persen sementara Jokowi-Ma’ruf Amin unggul sekitar 56 persen. Capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar seluruh masyarakat menunggu keputusan resmi dari KPU sebagai penyelenggara Pemilu.
Pasca pilpres kalangan elit politik banyak yang melontarkan tudingan, tak hanya kepada lawan politik, namun KPU sendiri dituding curang.
Pemandangan yang berbeda tampak di sekelompok masyarakat di Jakarta Utara ini. Tepatnya di kawasan Kapuk Muara, terdapat sejumlah kelompok pendukung Jokow0-Ma’ruf Amin dan dan Prabowo-Sandi, yang sepakat menunggu keputusan KPU terkait Presiden 2019 terpilih.
Mereka melakukan deklarasi damai dan makan bersama.
"Kami menyambut Pemilu 2019 dengan gembira. Tidak ada di sini ribut-ribut meski punya perbedaan pilihan politik," kata Ikhsan (62), ketua panitia acara deklarasi damai dan makan bersama itu.
Tidak hanya makan bersama, kata Ikhsan, mereka juga menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama, membacakan deklarasi damai, hingga potong tumpeng bersama antar pendukung kedua paslon.
"Kami ingin merayakan dan bersyukur bahwa pemilu berjalan aman, lancar, damai dan tertib. Apalagi ini jelang bulan Ramadhan, jadi suasana persaudaraan harus terjalin semakin erat dari mereka yang mendukung paslon 01 dan paslon 02," tambah Ikhsan.
Mereka berikrar bersama untuk menyuarakan persatuan bangsa seusai Pemilu. Mereka juga menyatakan menghormati keputusan KPU sebagai bagian dari proses demokrasi yang harus dihargai dan ditaati.
Acara “Ikrar Bersama Rakyat” sekaligus syukuran atas pelaksanaan Pemilu yang damai itu digelar Kamis malam (2/4/2019).
Acara yang difasilitasi oleh Masyarakat Pemerhati Pangan (MAPPAN) Indonesia tersebut diwarnai keakraban antara pendukung Jokowi dan Prabowo. Mereka tampak
saling bercanda, sehingga nyaris tak tampak ketegangan perbedaan politik seperti yang terlihat dalam perdebatan-perdebatan yang panas para elit politik di atas.
“Kami warga Jakarta Utara, khususnya Kapuk Muara, baik para pendukung Jokowi-KH Maruf Amin dan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat untuk tetap damai, bersatu kembali, membangun kampung kita, membangun negeri Indonesia tercinta. Karena cinta kami kepada Indonesia melampaui sekat-sekat perbedaan pilihan politik,” ujar Tan Tjiong Eng sebagai perwakilan pendukung nomor urut 01.
“Ikrar Bersama Rakyat” yang dibacakan serempak tersebut juga menyatakan bahwa Pilpres 2019 harus dijalani dengan kegembiraan.
“Bahwa kami akan menghormati keputusan KPU siapapun yang ditetapkan sebagai pemenang,” demikian salah satu poin ikrar tersebut yang dibacakan serempak oleh pendukung 01 dan 02.
“Kami juga mengapresiasi KPU yang telah menyelenggarakan pemilu ini dengan aman, damai, dan lancar,” imbuh Tan Tjiong Eng.
Tak lupa, para pendukung Jokowi dan Prabowo juga turut berbelasungkawa kepada petugas KPPS yang wafat dalam tugas.
“Buat kami mereka adalah pejuang demokrasi. Dalam pengorbanan luar biasa tersebut, sungguh tak elok jika kita malah saling curiga, bahkan memfitnah para petugas KPPS,” kata pendukung nomor urut 02, Carmat.
Ikrar bersama itu juga menyebutkan bahwa selama masa pilpres, para pendukung kedua kandidat menghormati pilihan masing masing.
“Bahwa perbedaan pilihan itu biasa. Oleh karenanya kami mengimbau, siapa pun yang akan pimpin negeri ini, mari kembali bersatu, membangun kampung kita, membangun negeri,” ujar Carmat.
“Kita berharap, dari acara malam ini, dari Jakarta Utara, inspirasi berupa ikrar bersama antara pendukung Pak Jokowi dan Pak Prabowo ini bisa menular ke berbagai daerah lain. Kita ingin ini menjadi energi positif yang mendonorkan semangat persatuan untuk memajukan Indonesia, mengadilmakmurkan negeri tercinta,” lanjut Tan Tjiong Eng.
Dia menambahkan, acara ikrar bersama ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
“Mari kita bermaaf-maafan, memperkuat tali silaturahim. Rivalitas politik dilupakan, sambut negeri penuh kemajuan,” pungkasnya.
Suasana pembacaan ikrar dan syukuran itu semakin akrab dengan potong tumpeng yang kemudian dibagi-bagikan kepada kedua pendukung dan masyarakat sekitar. Di sela acara, pendukung 01 dan 02 berdoa untuk petugas KPPS yang meninggal dunia.
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB