Jumat, 5 Juni 2026

PAN Bakal Keluar dari Koalisi Prabowo-Sandi?

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Jumat, 26 April 2019 | 08:29 WIB
Jakarta NAWACITA - Partai Amanat Nasional (PAN) salah satu parpol Koalisi Adil Makmur pendukung capres Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019, tampaknya mulai mengalihkan koalisi. Partai besutan Amien Rais ini membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengaku pembahasan arah koalisi akan dilakukan mengingat pemilu telah usai.

"Yang jelas kita akan melihat posisi kita lagi ya. Kan pemilihan presiden sudah selesai, ya jadi kami lihat nanti ke depannya gimana," ujar Bara di Gedung DPR, dikutip dari detik.com Jakarta, Kamis (25/4).

Selain itu, berbeda dengan BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi, Bara menyatakan, dirinya mengaku lebih percaya hasil hitung cepat pilpres yang dilakukan oleh lembaga survei. Sebab, ia meyakini bahwa hasil hitung cepat dalam tiga pemilu selalu tidak jauh berbeda dengan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum.

"Begitu juga dengan Pilpres, bisa kami katakan ini nantinya juga apa yang kita lihat di berbagai hasil quick count oleh lembaga-lembaga survei ini juga akan merefleksikan hasil resmi nanti yang akan diumumkan KPU," ujar Bara.

Untuk itu, Bara juga mengajak semua pihak untuk menjadikan hitung cepat sebagai rujukan hasil KPU.

Ia meyakini cara tersebut bisa meredakan suhu politik yang memanas.

Terkait pertemuan Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di istana Negara Jakarta saat proses pelantikan Gubernur Maluku, Bara belum mau membenarkan bahwa pertemuan tersebut merupakan sinyal PAN angkat kaki dari koalisi Prabowo-Sandi.

Bara menilai kehadiran Zulhas selaku Ketum PAN di Istana Negara menampilkan karakter kenegarawanan sebagai Ketua MPR. Sebab, ia mengatakan Zulhas tetap melaksanakan tugas kenegaraan meski PAN dalam pemilu mendukung Prabowo-Sandi.

Bahkan, ia mengapresiasi pembicaraan Zulhas dengan Jokowi mengenai nasib bangsa setelah Pilpres 17 April 2019.

"Jadi ini menunjukkan memang sikap kenegarawanan dan semacam kesadaran Pak Zul untuk menempatkan kepentingan bangsa dari kepentingan partai," ujarnya.

Diketahui, PAN menyatakan dukungan bagi paslon 02 Prabowo-Sandi meski selama empat tahun lebih berada dalam koalisi pemerintahan Jokowi. PAN juga tercatat sempat mendukung Prabowo pada Pilpres 2014 saat berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB