Senin, 20 Juli 2026

Haramkan Koalisi, PSI dan PKS Ibarat Air dan Minyak?

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Selasa, 9 April 2019 | 17:00 WIB
Jakarta, NAWACITA - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni melontarkan wacana haram bagi partai nasionalis untuk berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurutnya, ideologi partai nasionalis akan berseberangan dengan PKS.

Pria yang akrab disapa Toni ini pun menekankan, bahwa PSI tidak akan pernah berkoalisi dengan PKS di seluruh pilkada gubernur, bupati dan wali kota di seluruh Indonesia. Ia merasa haram bila PSI berkoalisi dengan PKS.

"PSI dan PKS ibarat air dan minyak yang tidak bisa disatukan. PSI percaya dengan demokrasi tidak boleh bekerja sama dengan PKS yang hanya menjadikan demokrasi sebagai alat untuk mendirikan pemerintahan Islam versi mereka," kata Toni dalam keterangan resminya, Selasa (9/4/2019).

Dia pun menyoroti perolehan elektoral PKS memang hanya sekitar 6 persen. Walau begitu pengaruh PKS semakin besar. Toni mencontohkan pengaruh PKS membuat kampanye calon Presiden Republik Indonesia 02 Prabowo Subianto disulap menjadi even agama yang ekslusif.

"Ini seperti yang dikeluhkan mantan Presiden SBY. Bayangkan kalau PKS yang berkuasa, tidak tahu apa jadinya Indonesia," ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Toni lantas menyayangkan praktek politik hanya berorientasi kekuasaan di tingkat daerah. Alhasil membuat partai-partai yang mengaku partai nasionalis malah berkoalisi dengan PKS.

"Oleh karena itu saya mengimbau semua partai nasionalis berikrar untuk tidak berkoalisi dengan PKS. Tapi saya ragu apakah partai-partai nasionalis senior mau menarik garis tegas seperti yang dilakukan PSI," tukasnya.

Red: Man
Sumber: Rilis

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini