Kamis, 4 Juni 2026

Emosional, Prabowo Dinilai Kesulitan Memahami Isu Aktual

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Minggu, 31 Maret 2019 | 10:36 WIB

Debat Capres Putaran ke-4


Jakarta NAWACITA – Debat Calon Presiden putaran ke-4 berlangsung Sabtu (30/3) malam. Debat digelar di Hotel Shangrilla Jakarta itu menampilkan 2 capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Cukup seru, pasalnya ada bagian sesi debat yang membuat capres nomor urut 02 Prabowo terpancing emosi, dan menunjuk-nunjuk penonton.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya bahkan menilai, debat putaran ke-4 ini merupakan penampilan Prabowo terburuk.

"Ini adalah penampilan terburuk Prabowo dari 2014," kata Yunarto kepada wartawan, Sabtu (30/3/2019).

Yunarto juga mengatakan, tampilan Prabowo saat debat, terlihat bahwa mantan Danjen Kopassus tersebut kesulitan memahami isu aktual.

"Terlihat orang yang mempersiapkan debat, dengan orang yang sudah merasa memahami masalah. Di sini Prabowo terlihat sekali memperlihatkan kesulitan memahami isu aktual," kata Yunarto.

Ia juga menilai, penampilan Prabowo dalam debat malam ini adalah pukulan telak bagi timses 02 yang sering mengatakan Jokowi kalah intelek dibanding Prabowo. Yunarto mengatakan Prabowo seolah tak beradaptasi dengan perkembangan.

"Balik lagi, ini orang lama yang terlihat ingin berkuasa namun tak menyesuaikan dengan perkembangan zaman," ujarnya.

Namun ia juga menilai, penampilan Jokosi juga tidak istimewa.

"Jokowi juga tak tampil istimewa. Ketika misalnya masuk di pertanyaan mal pelayanan publik, itu strategi cerdik, dan tujuannya memuji capaiannya sendiri," imbuhnya.

Sementara Direktur Konsepindo Research and Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman menilai, pernyataan Prabowo soal lemahnya pertahanan keamanan negara karena Indonesia tidak punya uang, sudah keluar dari substansi.

"Soal hankam, Prabowo menekankan pertahanan RI terlalu lemah, kenapa lemah, karena negara tidak punya uang, uang kita ada di luar negeri. Lagi-lagi Prabowo tak menyebut sama sekali data, kekayaan mana yang ada di luar negeri. Sebenarnya agak keluar dari substansi tapi segera tampak arah semua stressingPrabowo adalah ke soal pentingnya mengelola negara yang bebas korupsi," kata Veri kepada wartawan, Sabtu (30/3).

Jokowi, kata Veri, lagi-lagi lebih taktis dan berbasis data. Ia bicara sesuai tema dan perhatiannya banyak tertuju pada pentingnya gelar kekuatan pertahanan. Soal anggaran, Jokowi menyatakan bidang pertahanan sudah menduduki peringkat kedua alokasi terbanyak setelah Kementerian PUPR.

"Kembali Prabowo menyerang Jokowi dengan menyinggung soal briefing yang keliru. Lalu Prabowo menyampaikan ledekan bahkan kepada institusi di mana dia pernah di sana, banyak laporan 'ABS' (asal bapak senang). Jokowi menjawab dengan lembut bahkan memberi stressing bahwa ia percaya pada TNI. Solusi Jokowi juga menarik, yakni pentingnya investasi alutsista," ujar Veri.

Di bidang hubungan internasional, Jokowi dinilai lebih elaboratif dan menekankan kekuatan bangsa sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak. Jokowi dinilai lebih menguasai tantangan diplomasi sesuai dengan zamannya.

"Prabowo berbicara soal diplomasi dan lalu mengkritik. Diplomasi menurutnya harus merupakan bagian dari upaya untuk mempertahankan kepentingan nasional. Karenanya diplomasi harus di-back-up dengan kekuatan. Prabowo kembali emosional bahkan cenderung banyak melontarkan argumen yang kontraproduktif karena berkesan tidak menghargai capaian kemajuan TNI sekarang ini. Tampak Prabowo terlihat old fashionlagi dengan memandang diplomasi lebih pada unjuk kekuatan. Kalimat yang dilontarkan, 'Saya lebih TNI dari TNI,' akan menyinggung pihak lain," ulasnya.

"Prabowo terjebak dalam keadaan emosional. Bahkan pemirsa yang hadir ditunjuk-tunjuk dan dimarahi," pungkas Veri soal sesi III.

Diketahui, emosional Prabowo ditunjukkan pada sesi ke-IV yang membahas pertahanan keamanan negara. Prabowo naik pitam ketika ada penonton yang tertawa saat Prabowo mengatakan jika pertahanan Indonesia rapuh.

Kejadian berawal ketika Prabowo menceritakan mengenai kondisi alutsista Indonesia dinilai lemah. Prabowo pun memaparkan dengan singkat keadaan kapal selam sampai peluru kendali Indonesia. Oleh karena itu Prabowo menilai pertahanan itu masih lemah. Namun, Capres nomor urut 02 itu melihat ada penonton yang tertawa. Ia pun langsung menegur penonton tersebut.

"Kenapa kamu ketawa? Lucu ya? Pertahanan Indonesia rapuh kalian ketawa," bentak Prabowo kepada para penonton, Sabtu (30/3).

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB