Kamis, 4 Juni 2026

Kebohongan Award PSI Berbuntut ke Bareskrim

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Senin, 7 Januari 2019 | 10:07 WIB

Politisi Golkar: PSI Jangan Buat Gaduh


Jakarta NAWACITA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie dilaporkan ke polisi oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Partai baru ini dinilai membuat kegaduhan dan merugikan banyak pihak.

ACTA mempolisikan PSI atas aksinya memberikan ‘Kebohongan Award’ kepada pihak-pihak tertentu. Laporan resmi ACTA telah diterima dengan nomor LP/B/0023/I/2019/Bareskrim tertanggal 6 Januari 2019 malam.

Diketahui, penghargaan 'Kebohongan Award' milik PSI diberikan kepada tiga pihak, yang pertama diberikan kepada Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno. PSI menyebut, penghargaan untuk Sandi ini diberikan lantaran kebohongan Sandi mengenai statement nya yang menyatakan bahwa ia membangun tol tanpa utang.

Tak hanya Sandiaga Uno, Calon Presiden (capres) Prabowo Subianto pun juga turut dianugerahi penghargaan tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak PSI, Prabowo diberikan penghargaan tersebut lantaran menyebarkan isu tentang selang cuci darah yang digunakan berulang kali oleh Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo
(RSCM) Jakarta.

Sedangkan pihak terakhir yang diberikan penghargaan 'Kebohongan Award' oleh PSI adalah Andi Arief, lantaran menyebarkan isu bohong tentang tujuh kontainer surat suara yang tercoblos.

Wakil Ketua ACTA Hendarsam Marantoko mengatakan sebagai simpatisan pihaknya tidak bisa menoleransi kasus "Kebohongan Award' yang menyeret tiga nama tersebut, yakni Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief itu.

"Kami menanggapi itu sudah di luar kultur adat politik kita. Apalagi apa yang dijustifikasi PSI belum tentu betul. Apa benar. Tolok ukur harus ada, seperti misalnya keputusan pengadilan," kata Hendarsam, Minggu (6/1).

Selain Grace, tiga kader PSI lainnya yaitu Raja Juli Antoli, Tsamara Amany, dan Dara Adinda Kusuma Nasution juga turut dipolisikan ACTA dalam kasus yang sama.

Menurut Hendarsam, sudah seharusnya PSI tidak gegabah dan membuat kegaduhan seperti ini. Hendarsam pun menganggap tingkah PSI tidak memberi pendidikan poltik kepada masyarakat.

Hendarsam menilai apa yang telah diperbuat PSI tentu sudah merugikan banyak pihak. Terlebih kini Prabowo dan Sandiaga sedang maju pada bursa pemilihan presiden 2019. Menurutnya ini termasuk pelecehan dan penghinaan.

"Ini tidak ada hasil yang didapat, selain hanya menyakiti saja. Kalau masyarakat umum ngomong wajar, kalau parpol yang ngomong, bagaimana mau memberikan pendidikan politik. Ini tidak tepat, sangat membodohi masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Politikus Partai Golkar, Roem Kono juga mengatakan tidak setuju atas keputusan PSI memberikan penghargaan (award) kebohongan itu kepada calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, serta Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Roem sempat mengimbau PSI tak bikin gaduh dengan mengadakan penghargaan seperti itu.

"Itu bukan budaya kita. Soal hoaks kita serahkan kepada yang berwajib. Jangan menambah-nambah gaduh, jangan mengada-ada, sesuatu yang tidak perlu dilakukan itu menambah keruh," kata Roem, Sabtu (5/1).

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB