Kamis, 4 Juni 2026

Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Skenario Pihak Tak Siap Kalah

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Kamis, 3 Januari 2019 | 12:26 WIB
Jakarta NAWACITA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa dirugikan dengan kabar hoax tentang beredarnya 7 kontainer sura suara yang sudah tercoblos.

Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, mengatakan, pihaknya mengapresiasi KPU yang sudah merespons cepat informasi hoax tersebut.

"Kami jelas dirugikan dengan permainan skenario ini. Karena dituduh berbuat curang. Padahal dari awal kita ingin gunakan momen pemilu ini sebagai adu gagasan, adu prestasi, dan memilih pemimpin yang terbaik. Bukan justru sebagai ajang sebar kabar bohong dan menghalalkan segala cara untuk kekuasaan," ujar Ace kepada wwartwan, Kamis (3/1).

Selain mengingatkan soal pemilu yang beradab, Ace juga meminta kasut ini diusut tuntas demi menghadirkan stabilitas politik nasional.

"Mendukung aparat keamanan untuk memburu pelaku kejahatan dan aktor intelektual yang memproduksi dan menyebarkan kabar bohong ini. Karena kejahatan ini adalah tindakan yang berbahaya bagi stabilitas politik, meresahkan masyarakat, mengganggu pemilu, dan berpretensi mendelegitimasi pemilu," kata Ace.

Beredarnya hoax surat suara tercoblos tersebut, dinilai Ace adalah skenario yang sengaja digunakan untuk menciptakan ketidakpercayaan publik kepada lembaga penyelenggara pemilu. Ia menduga skenario ini dibuat oleh pihak yang tak siap kalah.

"Besar kemungkinan ada yang sedang merancang skenario untuk dari awal untuk mendelegitimasi hasil pemilu dengan alasan pemilu curang. Ini jelas tindakan yang berbahaya. Sudah pasti dilakukan oleh pihak yang tidak siap kalah," kata Ace.

Politisi Golkar ini pun mengaitkan peristiwa ini dengan kasus tercecernya e-KTP di sejumlah daerah. Ia mengatakan skenario semacam ini harus segera dihentikan.

"Ini paralel dengan rangkaian skenario yang coba dimainkan, dari mengangkat soal e-KTP yang dimusnahkan, pemilih hantu, sampai soal surat suara yang didatangkan dari China. Cara-cara seperti ini harus dihentikan," pungkas dia.

Diketahui sebelumnya, kabar soal tujuh kontainer surat suara yang tercoblos itu tersebar di grup WhatsApp dan juga diungkap Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief lewat akun Twitter @AndiArief__.

KPU bersama Bawaslu, Rabu (2/1), langsung mengecek ke lokasi yang disebutkan berada di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah dicek, KPU memastikan kabar tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos itu adalah bohong.

Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengatakan saat ini kasus itu telah dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB