Jumat, 5 Juni 2026

Bara Semangat Sang Proklamator, TunasMu Jabar Yakin Keberpihakan kepada Wong Cilik Tak Terkalahkan

Photo Author
Nurjaya Bachtiar, Nawacita Post
- Kamis, 1 Februari 2024 | 21:18 WIB
Kordinator Tunas Muda Berkemajuan (TunasMu ) Jabar Ghifar Hawary
Kordinator Tunas Muda Berkemajuan (TunasMu ) Jabar Ghifar Hawary

Kota Bandung, NAWACITAPOST.COM - Indonesia dengan keberagaman budaya, alam, dan masyarakatnya, memiliki kekayaan yang tak ternilai. Dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih baik, peran anak muda menjadi salah satu pilar utama yang membentuk fondasi kemajuan bangsa ini.

Hal itu disampaikan oleh Kordinator Tunas Muda Berkemajuan (TunasMu ) Jabar Ghifar Hawary menyampaikan bahwa pentingnya peranan anak muda dalam membawa Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan.

"Kami Tunas Muda Berkemajuan Jawa Barat merupakan sebuah organisasi yang mengikat seluruh elemen Pemuda Pemudi berkemajuan yang mempunyai mimpi yang besar untuk kemajuan dan nasib negeri ini," ujar Ghifari Hawary dalam keterangan persnya, Kamis (1/2/2024).

Hal yang melatar belakangi untuk terus berjuang hingga saat ini lanjut Ghifari adalah kesadaran sejarah, bahwasannya Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan dan Sang tokoh revolusioner Pendidikan Indonesia Pada zaman dahulu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan.

"Ketika kaum mustad’afin dan kaum wong cilik yang sama-sama berjuang mendapatkan kesejahteraannya merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan," jelasnya.

Presiden soekarno yang terkenal sebagai presiden pertama Republik Indonesia, pada masanya beliau mempunyai seorang guru yang bernama Muhammad Darwis, atau mempunyai nama popular sebagai KH Ahmad Dahlan selaku pendiri Muhamadiyah.

Ketua TunasMu Jabar Ghifar Hawary Yakin bahwa Perjuangan kedua tokoh tersebut dalam mensejahterakan rakyat kauman merupakan awal dari motivasi perjuangan beliau. Di sisi yang lain, Soekarno pun berjuang dalam membangun dan merebut Kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

"Persamaan visi, misi, tujuan, dan impian dalam membangun Negara Indonesia menjadi sebuah titik temu perjuangan bersama mereka," tegasnya.

Seiring berjalannya waktu, dikatakan Ghifari, perjuangan mereka menemukan persimpangan dalam paradigma membangun Indonesia. Soekarno mempunyai titik fokus kepada pluralisme dalam bernegara. Sedangkan Muhammad darwis mempunyai fokus kepada 3 elemen yakni healing, schooling, dan feeding.

"Dari jalan keduanya mempunyai niat yang sama, yakni membangun dan memperjuangkan hak-hak kaum mustad’afin dan wong cilik," terangnya.

Masih dikatakan Ghifari, dua gagasan tersebut merupakan gagasan yang bisa saling melengkapi satu sama lain untuk menjadi sebuah solusi untuk negeri. Sehingga dia meyakini bahwa semangat juang sang proklamator RI Presiden Soekarno dan KH Ahmad Dahlan mampu menjadi kekuatan besar bagi bangsa Indonesia terlebih disaat momentum Pemilihan Umum tahun 2024 ini.

"Dengan penuh kesadaran, kami yakin dan kami percaya bahwa gagasan dan mimpi tersebut bisa kita lanjutkan pada masa kini dan mempersiapkannya untuk masa depan. Sinergitas ini merupakan sebuah keniscayaan bagi kondisi bangsa sekarang ini," ucapnya.

Pada dasarnya, Soekarno dan Muhammadiyah bersama-sama memprioritaskan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program-program sosial dan ekonomi itu, keduanya berusaha mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya yang kurang beruntung.

"Kolaborasi antara Soekarno dan Muhammadiyah juga menciptakan dasar bagi kebebasan beragama dan perlindungan hak-hak minoritas di Indonesia. Mereka bersama-sama menyuarakan prinsip-prinsip keadilan dan keberagaman, yang menjadi landasan bagi negara yang menghormati keberagaman etnis dan agama," ungkap Ketua TunasMu Jabar.

Melalui sebuah harapan sederhana ini, TunasMu Jabar menitipkan secercah cahaya yang merupakan bentuk kecintaannya kepada Indonesia. Dengan berharap pemimpin Negara kita adalah sosok yang dapat mewakili dan mengakomodasi aspirasi anak muda memegang peranan penting dalam membangun masa depan Indonesia.

Halaman:

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB