“Armuji mengancam akan mengudal-udal pengurus yang tidak mendukungnya. Bahkan pemberitaan buruk soal partai disuplai sendiri oleh pengurus DPC ke media, tanpa narasumber jelas,” tegasnya.
Achmad menekankan bahwa dirinya tidak sedang melawan guru, tidak juga mengejar jabatan. Yang ia lawan adalah penyimpangan nilai dan ketidaksetiaan terhadap garis perjuangan partai.
“Saya tidak rela partai yang saya cintai dijadikan alat kekuasaan golongan atau keluarga tertentu. Saya tidak pernah gila jabatan. Saya justru ingin menjaga PDI Perjuangan tetap dalam semangat keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, sesuai arahan Ibu Ketua Umum,” jelasnya.
Dia bahkan menyebut bahwa dalam banyak kesempatan, Armuji sering mengolok-olok Megawati Soekarnoputri.
“Kalau keputusan Ketua Umum tidak sesuai maunya, beliau menyebut ‘Mbok Pikun’. Saya sudah sering mengingatkan: jangan begitu, itu Ibu kita semua,” ujarnya dengan nada getir.
Dalam pengakuannya, Achmad juga menyampaikan perilaku verbal yang melecehkan struktur partai di akar rumput.
“Saat HP saya rusak dan hanya bisa menerima telepon dalam mode loudspeaker, beliau menyebut pengurus PAC, ranting dan anak ranting sebagai ‘rayap-rayap’. Artinya, dianggap cuma menghabiskan sumber daya,” bebernya.
Ia juga menyebut saat Pilgub 2024, dirinya berkampanye keras demi memenangkan rekomendasi partai.
“Sehari bisa 5–7 titik saya turun. Tapi saat saya laporkan, beliau malah bilang: ‘Lapo mat getu-getu Mbok Dewor, kalah iku’,” katanya merujuk pada calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan.
Di bagian akhir pernyataannya, Achmad menyatakan bahwa apa yang ia sampaikan bukanlah pemberontakan, tapi peringatan moral bagi siapa pun yang merusak partai dari dalam.
“Saya tidak melawan guru atau senior. Tapi kalau guru buta karena ambisi kekuasaan, saya punya kewajiban mengingatkan. Saya tahu semua, bahkan yang terjadi di ruang gelap. Saya punya data dan dokumen,” pungkasnya.
Ia kembali menegaskan cintanya pada PDI Perjuangan dan sosok Megawati.
“Terus perkuat dukungan pada Ibu Megawati dan PDI Perjuangan. Jika garis perjuangan beliau dijalankan dengan sungguh-sungguh, niscaya rakyat akan sejahtera dan keadilan sosial akan terwujud. Merdeka!” tutupnya penuh semangat. ***