NAWACITAPOST.COM – Polemik internal PDI Perjuangan Surabaya kembali menghangat usai aksi dramatis usaha bakar diri yang dilakukan oleh Achmad Hidayat, mantan Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Jumat siang (18/7/2025). Aksi tersebut menuai reaksi keras dari sejumlah pihak, salah satunya dari Agus Patminto, Ketua DPD Promeg’96 Jawa Timur, yang secara tegas mengecam tindakan tersebut.
Menurut Agus, tindakan Achmad tidak mencerminkan sikap seorang mantan pengurus partai dan dinilai hanya menambah kegaduhan menjelang Kongres PDI Perjuangan. Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk frustasi yang dipertontonkan secara tidak pantas.
"Bagi kami Promeg’96, saudara Achmad itu hanya bikin gaduh menjelang kongres PDI Perjuangan. Drama mau bunuh diri itu tak pantas dilakukan oleh mantan pengurus partai. Apalagi bersifat sensasi dan cari perhatian seperti itu," tegas Agus.
Baca Juga: Achmad Hidayat: “Lebih Baik Saya Mati Berseragam Partai”, Armuji Cuma Tertawa
Ia juga mengungkapkan bahwa dugaan frustasi Achmad muncul karena ambisi pribadi yang gagal tercapai, termasuk harapan untuk menjadi Sekretaris DPC atau anggota DPRD Surabaya.
"Bagi kami, statemen atau prilaku mau bunuh diri semacam itu adalah bentuk frustasi seorang mantan kader akibat target yang tidak sesuai ekspektasi. Mau jadi sekretaris, anggota dewan, atau dijanjikan sesuatu oleh ketua dewan Adi Sutarwijono dan wali kota Eri Cahyadi, semua ambyar karena keburu dipecat oleh induk partai. Ibarat mau makan di pancal kucing," ujarnya tajam.
Tak hanya itu, Agus juga menilai bahwa tindakan Achmad mencederai prinsip-prinsip perjuangan kader sejati partai.
Baca Juga: Jumat Keramat di PDIP Surabaya: Darah, Doa, dan Derita Seorang Kader
"Seorang kader partai itu harus siap 3B: diburu, dibui, dan dibunuh demi mempertahankan ideologi partai. Nah ini malah mau bunuh diri gara-gara target pribadi gak tercapai, kan lucu," sindir Agus.
Lebih lanjut, Agus mempertanyakan kredibilitas tokoh-tokoh yang selama ini diduga membackup Achmad, termasuk Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwiyono.
"Apakah begini kader yang dulu digadang-gadang oleh Eri Cahyadi dan Adi Sutarwiyono? Kok malah merusak citra dan marwah partai. Mirip Jokowi yang suka main drakor, merasa benar dan teraniaya," kata Agus dengan nada mengejek.
Promeg’96 juga mendesak DPP PDI Perjuangan agar melakukan pembersihan internal secara menyeluruh terhadap kader-kader yang dianggap telah melenceng dari garis ideologi partai.
"Kami minta DPP pecat kader-kader yang prilakunya mirip Jokowi, termasuk mengusut dalang di balik drama bunuh diri itu. Ini sudah merusak kehormatan partai," tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Agus juga menyoroti keberadaan Adi Sutarwiyono yang masih menjabat Ketua DPRD Surabaya meski telah dibebastugaskan dari jabatan Ketua DPC PDI Perjuangan.