Minggu, 19 Juli 2026

Achmad Hidayat: “Lebih Baik Saya Mati Berseragam Partai”, Armuji Cuma Tertawa

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 15 Juli 2025 | 14:41 WIB
Achmad Hidayat, kader PDI Perjuangan (Nawi)
Achmad Hidayat, kader PDI Perjuangan (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Krisis internal PDI Perjuangan Surabaya makin meruncing. Achmad Hidayat, salah satu kader partai, menyatakan secara terbuka bahwa ia siap mengakhiri hidupnya jika skenario pemecatannya terus dijalankan oleh elite DPC PDIP Surabaya.

“Saya siap bertanggung jawab. Dibebastugaskan silakan, diskenariokan untuk dipecat juga tak apa. Tapi lebih baik saya mati berseragam partai, 18 Juli 2025, setelah Salat Jumat, di halaman Kantor DPC PDIP Surabaya. Saya cinta PDI Perjuangan dan Ibu Megawati Soekarnoputri,” tegas Achmad.

Ia menilai manuver politik yang menimpanya tak lepas dari ambisi sejumlah tokoh internal, termasuk Plt Ketua DPC Yordan Batara Goa, Baktiono, Taru Sasmita, Anas Karno, serta Wakil Wali Kota Armuji. Nama-nama ini disebut terlibat dalam penyusunan skenario pelengseran dirinya dari keanggotaan partai.

Achmad menyebut awal mula ketegangan terjadi pada November 2022, saat dirinya diajak bicara secara pribadi oleh Armuji yang baru pulang dari umrah.

"Dia menyampaikan niat untuk maju lagi sebagai Wakil Wali Kota, menitipkan anaknya di posisi DPRD, dan meminta urusan partai diserahkan ke yang muda. Saya dengarkan, saya hargai," ujarnya.

Namun setelah pelantikan kepala daerah pada Februari 2025, Armuji kembali mengajaknya bicara, kali ini dengan misi pribadi.

"Dia ajak saya gabung untuk mendukung dirinya jadi Ketua DPC PDIP Surabaya. Saya tolak karena saya masih berpegang pada komitmen lama. Tapi dia balas dengan kalimat ancaman, akan ngudal-ngudal saya kalau saya tidak ikut barisannya," ungkap Achmad.

Penolakan itu, lanjutnya, menjadi titik awal tekanan terhadap dirinya. Laporan-laporan internal mulai dikirim ke DPD PDIP Jatim, yang diduga kuat untuk memuluskan langkah Armuji menuju kursi Ketua DPC.

"Partai ini jangan jadi kendaraan ambisi dan penumpukan kekayaan. Saya tidak punya apa-apa. Silakan cek, saya malah banyak tanggungan. Jangan korbankan kader demi kepentingan kelompok," tandas Achmad.

Ia juga mengaku ingin menyampaikan semua fakta ini langsung kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Bila tak sempat, seluruh dokumen sudah ia titipkan ke koleganya untuk diteruskan ke DPP.

“Kalau ndak nutut, semua kronologi dan file sudah saya titipkan teman saya. Biar nanti disampaikan ke DPP,” imbuhnya.

Tak hanya bicara soal dirinya, Achmad pun menyoroti nasib kader akar rumput yang menurutnya juga menjadi korban tekanan politik internal.

“Saya tidak mau kader di bawah, PAC, ranting, dan anak ranting diintimidasi oleh mereka yang merasa senior, tapi tak pernah memberi sumbangsih nyata ke partai. Ini harus dihentikan,” tegasnya.

Dihubungi terpisah melalui telepon, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji justru memberikan respons santai.
“Saya tak mau komentar,” ucapnya singkat, diiringi gelak tawa sebelum menutup sambungan. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini