NAWACITAPOST.COM - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, menyampaikan ajakan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan sistem demokrasi yang baik, terutama melalui Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang diharapkan adil dan jujur.
Ajakan ini disampaikan dalam kunjungan Mahfud MD ke Pondok Pesantren Sirnamiskin, Bandung.
"Mari kita berjuang lewat demokrasi, jangan curang-curangan lah," ucap Mahfud, mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan menghindari praktik-praktik yang merugikan integritas pemilihan.
Baca Juga: Mahfud MD Menceritakan Perjalanan Menuju Calon Wakil Presiden di Pilpres 2024
Dalam penjelasannya, Mahfud mengungkapkan pandangannya terhadap sistem demokrasi pada masa Orde Baru.
Menurutnya, pada zaman tersebut, demokrasi tidak berjalan dengan baik dan terkesan dipaksakan.
"Ketika zaman Orde Baru, demokrasi tidak benar. Seolah-olah ada demokrasi dan pemilu, tetapi nyatanya semuanya diatur. DPR harus memberikan pertanggungjawaban kepada Pak Harto, dan ketua partai harus melapor kepada Soeharto," terangnya.
Baca Juga: Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Maut di Tol Cipali Hari Ini: Upaya Penegakan Hukum dan Keadilan
Meskipun sistem demokrasi saat itu dianggap tidak berjalan dengan baik, Mahfud mencatat bahwa pada masa itu, PKI berhasil diusir dan ekonomi tumbuh dengan baik.
"Apa zaman Pak Harto jelek? Tidak, karena Pak Harto berhasil mengusir PKI dan pertumbuhan ekonomi mencapai angka 7. Meskipun terdapat banyak korupsi, ketika krisis ekonomi, dampaknya tidak separah saat reformasi terjadi. Reformasi muncul karena kebohongan pemimpin," paparnya.
Dengan komitmen untuk menciptakan sistem demokrasi yang jujur, Mahfud menyatakan niatnya untuk menerapkan visi Nahdlatul Ulama (NU) dalam proses kepemimpinan.
Baca Juga: Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Maut di Tol Cipali Hari Ini: Upaya Penegakan Hukum dan Keadilan
"Saya mengelilingi pesantren-pesantren untuk menjelaskan visi NU. Saya ingin menerapkan visi NU dalam demokrasi. Saya ingin menjadi seorang NU yang muncul dengan proses kepemimpinan yang bermartabat," ujar Mahfud.
Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Perindo, Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, menyebut Pondok Pesantren Sirnamiskin sebagai tempat bersejarah bagi Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Artikel Terkait
Lapas Kelas III Gunungtua Kanwil Kemenkumham Sumut Laksanakan Senam Kebugaran Jasmani Bagi WBP
Pastikan Dapur Bersih, Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Gunungtua Kanwil Kemenkumham Sumut Lakukan Kontrol Secara Langsung
WBP Lapas Kelas III Gunungtua Kanwil Kemenkumham Sumut Melaksanakan Giat Membaca di Perpustakaan
Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Maut di Tol Cipali Hari Ini: Upaya Penegakan Hukum dan Keadilan
Mahfud MD Menceritakan Perjalanan Menuju Calon Wakil Presiden di Pilpres 2024