NAWACITAPOST.COM — Dunia maya mendadak digemparkan oleh beredarnya video syur berdurasi 13 menit 3 detik di salah satu situs dewasa sejak awal Oktober 2026.
Kehebohan publik kian memuncak setelah nama institusi pendidikan vokasi kesehatan terkemuka, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Bandung, mendadak terseret akibat logo dan atribut yang terlihat dikenakan pemeran wanita dalam rekaman tersebut.
Merespons gelombang spekulasi yang memanas di tengah masyarakat, manajemen Poltekkes Kemenkes Bandung akhirnya mengelurkan pernyataan resmi untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi.
Baca Juga: Maut Mengintai di Titik Buta: Pengendara Motor Diimbau Waspadai 'Zona Senyap' Kendaraan Besar
Pihak kampus secara tegas membantah bahwa perempuan yang berada dalam video viral tersebut merupakan bagian dari sivitas akademika mereka, baik sebagai mahasiswi aktif maupun alumni.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan verifikasi mendalam yang telah dilakukan oleh pihak Poltekkes Kemenkes Bandung, individu yang terdapat dalam video tersebut bukan merupakan mahasiswi Poltekkes Kemenkes Bandung,” tulis pihak Poltekkes Bandung melalui akun Instagram resminya, @polkesbandung, pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Penelusuran menyeluruh dilakukan oleh tim internal kampus dengan mencermati setiap detail atribut visual yang muncul dalam tayangan terlarang itu.
Hasil identifikasi menunjukkan adanya ketidaksesuaian mendasar antara identitas visual dalam video dengan standar resmi institusi.
Baca Juga: Geger Dugaan Maladministrasi, Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut dan Enam Pegawai Diperiksa
“Desain seragam, bentuk dan tata letak logo, serta identitas visual lainnya yang terlihat dalam video tersebut sama sekali tidak merepresentasikan seragam dan atribut resmi mahasiswa/i Poltekkes Kemenkes Bandung,” lanjut manajemen dalam keterangan tertulisnya.
Kasus geger pemeran video syur 13 menit ini bermula ketika rekaman terlarang tersebut diunggah di salah satu situs dewasa yang memerlukan akses VPN pada 4 Oktober 2026.
Spekulasi publik liar berkembang lantaran sosok perempuan berbusana putih dalam video itu mengenakan atribut bertuliskan ‘Kemenkes’, yang lantas secara sepihak dikaitkan oleh netizen dengan institusi Poltekkes Kemenkes Bandung.
Atas kondisi tersebut, manajemen Poltekkes Kemenkes Bandung sangat menyayangkan tuduhan liar dan narasi tak berdasar yang beredar cepat di jagat maya, karena dinilai berpotensi mencoreng nama baik serta reputasi lembaga pendidikan yang telah dibangun bertahun-tahun.
Di akhir keterangannya, pihak kampus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan penyebaran konten tersebut serta lebih bijak dan kritis dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Penyebaran konten maupun informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan dampak negatif dan berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Bea Cukai Jember Banting Modus E-Commerce, Gagalkan Peredaran 1,3 Juta Rokok Ilegal
Legalisasi Industri Hasil Tembakau, Bea Cukai Malang Resmi Terbitkan NPPBKC CV Barakah Putra Jaya
Kobaran Api Mengamuk di Kramat Pulo Senen, 50 Bangunan Rata Tembus Malam
Tembus 1.100 Km Sekali Isi Bensin, SUV Hybrid GWM Ora 5 HEV Siap Menggebrak
Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Feri Amsari Buka Opsi Prosedur Konstitusional