NAWACITAPOST.COM — Sebuah unggahan video yang memperlihatkan keluhan penumpang terkait cara mengemudi sopir bus TransJakarta Koridor 2 rute Monas-Pulogadung viral di media sosial.
Sopir bus tersebut diduga mengemudikan armada secara ugal-ugalan hingga menyebabkan sejumlah penumpang terjatuh.
Unggahan yang dibagikan ulang oleh akun X @Music_Cadas pada Sabtu (12/9/2026) mengungkapkan bahwa sopir kerap memacu kendaraan dengan kecepatan yang tidak terkendali di tengah padatnya lalu lintas, lalu melakukan pengereman mendadak.
"Sepanjang perjalanan, sopir mengemudikan bus dengan ugal-ugalan menambah kecepatan secara tidak terkontrol di celah kendaraan," tulis akun tersebut.
"Dan sering melakukan pengereman mendadak," bebernya.
Menurut keterangan pengunggah, insiden paling parah terjadi di persimpangan bawah flyover Senen, sebelum Halte Toyota Rangga.
Pengereman ekstrem di lokasi tersebut mengakibatkan penumpang di area sambungan bus jatuh, sementara sebagian penumpang perempuan tersungkur ke lantai.
"Ada bapak-bapak paruh baya yang bahkan tertindih penumpang lain akibat benturan keras ini," terang postingan serupa.
Tak berhenti di situ, saat bus tiba di Halte Toyota Rangga, sejumlah penumpang berusaha meminta penjelasan dari pengemudi. Namun, sopir dinilai enggan bertanggung jawab dan memilih menghindar.
"Setibanya di Halte Toyota Rangga, para korban turun untuk meminta klarifikasi baik-baik," tulis postingan yang sama.
"Namun, sopir bersembunyi, enggan turun, dan menolak menunjukkan identitasnya," tandasnya.
Pengunggah juga menyoroti bahaya lain ketika bus kembali dijalankan saat pintu belum sepenuhnya tertutup, yang dinilai sangat mengancam keselamatan para pengguna layanan publik tersebut.
Menanggapi kejadian yang viral ini, pihak manajemen TransJakarta menyampaikan permohonan maaf dan memastikan laporan tersebut telah masuk dalam penanganan internal melalui akun resmi X @PT_Transjakarta.
"Hai Kak, mohon maaf atas kejadian yang dialami saat ini laporan sudah kami teruskan ke Unit Terkait untuk pengecekan dan tindak lanjut di nomor laporan TJ-TICO9260009347," demikian pernyataan TransJakarta.
Selain menyampaikan permohonan maaf, pihak TransJakarta mengonfirmasi kondisi para penumpang dan meminta pihak terdampak yang mengalami luka untuk menghubungi mereka melalui pesan langsung (DM) serta menyertakan nomor WhatsApp aktif.
Peristiwa ini turut memicu respons dari pemerintah daerah. Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Prastowo Yustinus, memberikan tanggapan singkat di kolom komentar unggahan tersebut.
"Akan dievaluasi oleh manajemen," tulis Prastowo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan mengenai hasil pemeriksaan internal manajemen maupun kondisi terkini dari para penumpang yang terdampak insiden tersebut.