NAWACITAPOST.COM - Idul fitri sering dijadikan media untuk menunjukkan kekayaan dan gaya hidup. Repotnya lagi banyak orang merasa bahwa penampilan glamor terhadap apa yang dimiliki masih dijadikan tolok ukur bahwa seseorang dikatakan kaya dan mapan.
Sebagaimana yang Allah sabdakan dan Rosulullah sampaikan, fitnah kehidupan dunia dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk, yaitu: wanita, harta dan kekuasaan. Fitnah disini mengandung maksut ujian atau cobaan.
Baca Juga: Idul Fitri Menyadarkan Diri Kita, Kalau Kita Bukan Siapa Siapa !!
Harta, menjadi ujian kita ketika kita punya harta apakah harta tersebut menjadikan kemaslahatan hidup atau menambah jauh hubungan kita pada Allah.
Kekuasaan, Allah memberikan kekuasaan dengan berbagai fasilitas dan kewenangan yang kita miliki bisa kita jalankan dengan amanah apa tidak.
Baca Juga: Mencari Berkah di Akhir Romadlon
Wanita menjadi fitnah dunia karena dengan keelokan kecantikan dan keindahan wanita membuat manusia lupa segalanya.
Semua yang ada di atas menjadi fitnah dunia, karena manusia menuruti hawa nafsu atas apa yang dimiliki di atas hingga melupakan kalau semua kenikmatan tersebut sebuah ujian hidup.
Baca Juga: Mengintip Situasi Akherat
Jiwa Manusia telah diprogram untuk mencintai lawan jenis, anak keturunan, emas, perak, kendaraan terpilih, hewan ternak, dan tanah, maka semua ini pasti menjadikan kita tergiur, bahkan lalai dari tujuan hidup yang sesungguhnya.
Maka banyak orang jungkir-balik mengejar dan mengumpulkannya, sampai tidak memperdulikan halal-haram, tidak memperhatikan shalat, dan bahkan terang-terangan menanggalkan agamanya.
Baca Juga: Menjelang Idul Fitri dan Kesedihan Hati
Maka kita mesti harus memahami fitnah dunia tersebut agar kita tidak kehilangan orentasi hidup. Kekayaan membuat silau dan hati kita iri, kita tidak tahu apa yang dimiliki diperoleh dengan cara yang benar apa tidak. Demikian juga kekuasaan yang dimiliki dijalankan dengan amanah dan memperhatikan kemaslahatan umat apa tidak !!
Maka kita harus belajar memahami, menyadarkan hati kalau keberadaan kita adalah yang terbaik dalam hidup ini. Semua akan dipertanggungjawabkan besok diakherat. Setiap kesabaran atas taqdir Allah atas keterbatasan (miskin) yang kita jalani akan mempercepat hisab (perhitungan amal) besok diakherat.