NAWACITAPOST.COM - Seorang ibu adalah manusia yang dipilih oleh Allah yang dipercayakan sebagai wadah ( rahim ) untuk penciptaan manusia. Rahim berasal dari bahasa arab “Rahima, yarham, marhamah” artinya kasih sayang. Allah menciptakan Rahim dari sifatNya yang lembut dan pengasih.
Islam mewajibkan seorang anak untuk memuliakan seorang ibu, karena pengorbanan ibu dalam melahirkan, menyusui dan merawat sampai besar adalah pekerjaan yang sangat berat. Sehingga kalau ada anak berani melawan Ibu sama dengan melawan Allah SWT.
Baca Juga: Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah
Ibu sebagai madrasatul ula karena darinya pendidikan anak pertama dan utama dimulai. Dari ibulah seorang anak belajar mengenai segala hal baru dalam hidupnya. Belajar berbicara, menimba ilmu dan adab yang mulia, serta menempa kepribadiannya demi mengarungi kehidupan yang luas bagai samudera.
Ibu memberikan contoh teladan agar anak dapat mengikuti kebiasaan orang tua yang baik, karena orang tua adalah cerminan anak. Apa yang dilakukan orang tua pasti akan dicontoh oleh anaknya.
Baca Juga: Manusia ada Dalam Siklus Waktu, Maka Syukurilah.... !!
Ibu adalah manivestasi keindahan Allah dan sifat sifatNya, yang lembut dan penuh kasih sayang. Apabila ingin melihat kasih sayang Allah, maka lihatlah cara ibu dalam mengasihi dan menyayangi anaknya.
Ibu hanya butuh dimengerti oleh anak anaknya. Ibu tidak pernah berfikir meminta pada anak anaknya. Ibu merasa senang dan bahagia ketika anaknya tumbuh dewasa, cerdas, berakhlak dan sukses.
Baca Juga: Tiga Puisi Karya Dienza Agoestha Untuk Kawan yang Menyentuh dan Penuh Makna
Sebagai anak mesti memahami ibu dengan kasih sayang dan cinta yang telah ditanamkan dalam dirinya. Perjuangan ibu perlu diapresiasi oleh anak dengan kata kata yang lembut, sikap yang bijaksana dan sesuatu yang membuat dirinya berbahagia.
Jika ada belum melakukan, anda belum terlambat. Maka kenang, ingat dan rasakan kasih sayangnya, sehingga anda merasakan perjuangan dan kasih sayang yang dilakukan. Hatimu tergerak untuk membalas dengan kebaikannya, walau kebaikan yang kau berikan tidak akan bisa memgimbamginya.
Nganjuk, Jum'at 29 Maret 2024
Oleh HM Basori M.Si
Sekolah Perubahan