novel

Ingin Hidup Lebih Bermanfaat, Jangan Lupa Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 6 Februari

Rabu, 7 Februari 2024 | 06:05 WIB
Dienza Agoestha (foto ilustrasi puisi nasehat kepada pegiat atau aktivisme)

NAWACITAPOST.COM - Dalam kehidupan semua orang pasti menginginkan kehidupannya lebih berguna dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. untuk mencapai tujuan tersebut juga membutuhkan bimbingan atau nasehat dari orang-orang sekitarnya.

Namun hal tersebut tidak mudah bagi semua orang untuk mendengarkan nasehat dari orang-orang sekitarnya, oleh sebab itu yuk baca puisi nasehat untuk diri sendiri karya Dienza Agoestha.

Baca Juga: Suatu Sore Lebih Bermakna, Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 1 - 2 Februari

Kepada Penyair 

Para diksi dari kantuk waktu malam mengorek
Untai kata-kata ajaib yang pisah dari kepalamu,
Dibanding intan, setiap bintang, maupun matahari, ya ; semua palsu
Yang di bawah langit meledak, dan bumi hanya kata; tidaklah nyata.

Walau wajah dari hati telah penyap warna karena lelah
Mencari sarkasme dalam petak-petak awan menggumpal
Dan jika engkau mengumbar gelar cakrawala bersayap menghujat
Dari pandanganmu nun jauh mengobral kesesatan
Dari para anjing-anjing penjilat laknat.
Yakinlah ...., bahwa engkau tetaplah raja;
Pada setiap suara mimbarmu,
Pada setiap dupa dengan wangi kemenyanmu,
Dan pada setiap puas batinmu, karena engkau sendiri hakimnya.

Baca Juga: Bicara Demokrasi, Yuk Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 4 Februari

Dienza Agoestha (foto ilustrasi puisi tentang seseorang yang lemah dan dilarang sombong)

Aku

Aku bukanlah aku,
Adalah Ia yang tak nampak berjalan di sampingku
Dan yang kadangkala ku lupa.
Ia yang tenang dan diam jika aku berbicara
Ia yang penuh maaf jika aku mendendam
Ia yang berjalan di tempat aku tidak mengembara
Ia yang masih tetap berdiri, jika kelak aku mati.

Baca Juga: Puisi Seorang Penyair Yang Belum Selesai

Dienza Agoestha (foto ilustrasi supaya seseorang semangat dalam kehidupan)

Dari Dienza Untuk Agostha

Pantangkan bagimu mengharap sanjung orang ramai,
Atas keberanian sanjak-sanjakmu yang menggila;
Riuh tepuk mereka sebentar mati gemanya.
Jangan kau dengar putusan timbangan pak tolol,
Atau ketawa khalayak yang bikin hatimu patah;
Patahkan, runcing penamu.

Tetaplah kau teguh, tak guncang dan sederhana !
Dengan begitu engkau menjadi raja
Dan nasib raja hidup sendiri.
Batin bebas di diri berseru padamu: Teruskan !
Sempurnakan kumtum indah dari mimpi-mimpimu.
Tapi jangan berharap puji atas untaian kata-kata konyolmu,
Puji berakar di batin: dan hakimnya engkau sendiri !

Baca Juga: Ungkapkan Kerinduannya, Anak Binaan di LPKA Palu Ciptakan Puisi Untuk Sang Ibu

Andai kau puas, biar kawanan menggongong,
Peduli mereka meludah di nyala siar mimbarmu,
Atau pada tarian asap kemenyan dari kuilmu.

Dienza Agoesta, engkau kini raja atas karya-karyamu !
Dan nasib raja hidup sendiri,
Di dalam jiwanya.


Nganjuk, 6 Februari 2024 
DIENZA AGOESTHA

Tags

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB