NAWACITAPOST.COM - Setiap pesta demokrasi selalu muncul kalimat elektabilitas dalam berbagai diskusi dan perdebatan kecil walau di warung tengah sawah.
Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan seseorang dalam sebuah kompetisi politik. Dalam politik Elektabilitas merupakan kemampuan atau kecakapan seseorang yang dimiliki, sehingga mereka layak untuk dipilih dan menduduki jabatan dalam pemerintahan.
Baca Juga: Banggalah Jadi Bagian dari NU, Jangan Pernah Menjadi Kader Pengecut
Sebagai kemampuan dan kecakapan, Elektabilitas merupakan kelebihan pribadi seseorang yang sudah diasah dan diperoleh melalui sejumlah pendidikan, pelatihan atau praktek untuk memahami semua masalah yang ada di pemerintahan atau kemasyarakatan.
Maka dari itu beberapa hal yang mempengaruhi Elektabilitas seseorang sehingga layak untuk dipilih dalam pemilu, antara lain sebagai berikut:
Baca Juga: Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati
- Atribut pribadi (karismatik, kredibilitas, kepercayaan, keterkaitan dengan pemilih).
- Posisi (ideologi dan kebijakan kandidat mesti selaras dengan hal yang dibutuhkan pemilih).
- Pengalaman (rekam jejak, prestasi, dan pengalaman lainnya yang tidak menjadi catatan hitam di masyarakat).
- Persepsi publik (cara seorang kandidat digambarkan di khalayak umum. Contohnya seperti agamis, santai, dan lain sebagainya).
- Kaitan dengan demografi (apakah seorang calon dapat diterima di berbagai usia, jenis kelamin, etnis, maupun status sosial?).
- Sumber dana kampanye (jika didukung partai dan organisasi yang kuat, maka seorang calon dapat meningkatkan elektabilitasnya).
Performen seorang kandidat akan menjadi kunci utama seseorang dalam memberikan dukungan politik. Performen yang di dalamnya ada karakter, kepedulian, kecerdasan dan humanis akan menjadi pertimbangan utama untuk dipilih.
Baca Juga: Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024
Maka memilih orang baru yang memang memiliki performen yang bagus akan lebih baik dari pada yang lama yang sudah kelihatan kekurangan yang dimiliki. Kesuksesan memimpin bukan karena pengalaman, tetapi sebuah pribadi yang memiliki integritas dan performan yang baik.
Jangan pernah memvonis kemampuan seseorang, kampanye menggunakan pengalaman seorang calon sebagai senjata sudah tidak menarik. Karena karakter, perfomen dan watak seorang pemimpin, berpenampilan seperti juragan yang harus dilayani, bukan seperti penyakit batuk yang mudah dan hilang jika diobati.
Baca Juga: Aushaf Fajr Herdiansyah, Bakal Calon Wakil Bupati Miliarder Yang Akan Membawa Nganjuk Digdaya
Apalagi mereka yang menganggap anggaran daerah adalah warisan nenek moyang yang bisa dipergunakan semaunya sendiri, yang akan membahayakan kelangsungan pembangunan daerah.
Maka pastikan memilih calon yang memang bersih dan tidak memiliki rekam pengalaman yang jelek, sehingga kedepan akan lebih baik.
Artikel Terkait
Aushaf Fajr Herdiansyah Muda dan Berintegritas
Renungan Perjuangan!! Mengapa Militansi Kader NU Rapuh???
Gus Muhibbin - Aushaf, Pasangan Calon Bupati / Wakil Bupati The Rising Star Dalam Pilkada Nganjuk 2024
Popularitas Pejabat Politik itu At a Given Time
Aushaf Fajr Herdiansyah, Bakal Calon Wakil Bupati Miliarder Yang Akan Membawa Nganjuk Digdaya
Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024
Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati
Banggalah Jadi Bagian dari NU, Jangan Pernah Menjadi Kader Pengecut