news

Muliaman Hadad: Industri Keuangan Syariah Perlu Konsolidasi

Kamis, 26 Oktober 2023 | 21:47 WIB






NAWACITApost.com — Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad mengatakan institusi keuangan syariah relatif lebih berat dibandingkan sektor keuangan konvensional di era digital. Sebab, digitalisasi atau transformasi digital memerlukan banyak hal.





Pertama, kata dia, digitalisasi tidaklah murah dan dalam pengembangannya memerlukan anggaran yang cukup banyak. Hal ini tentu bukan hal mudah yang dapat dilakukan oleh semua organisasi, terutama oleh lembaga-lembaga keuangan dengan size serta kapitalisasi terbatas.





Oleh karena itu, Muliaman berpendapat, kunci bagi pelaku industri keuangan syariah untuk menjawab tantangan di era digital adalah dengan konsolidasi. "Lembaga keuangan kecil artinya modal yang kecil dan sangat terbatas, infrastruktur yang tidak memadai, tidak adanya budaya yang mendukung, dan terbatasnya staf atau orang untuk mendukung proses," kata dia.





Muliaman kemudian menjabarkan empat faktor sukses dalam menghadapi tantangan dunia digital. Keempat faktor tersebut yakni mengembangkan strategi digital, membangun infrastruktur yang memadai, menciptakan pengalaman yang menyenangkan, serta meningkatkan langkah-langkah keamanan siber.





Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menjelaskan bahwa merumuskan strategi digital merupakan langkah penting pertama yang perlu dilakukan oleh institusi keuangan untuk melakukan digitalisasi. Ia juga menekankan meskipun pembuatan strategi merupakan proses yang penting, cara mengeksekusi strategi tersebut menjadi lebih penting.





“Memasuki dunia baru bukanlah hal yang hanya dilakukan oleh regulator, namun juga bagi para pelaku ekosistem keuangan lainnya, termasuk institusi, termasuk kelembagaan, dan kelompok mitra. Strategi digital diperlukan baik untuk regulator, pelaku bisnis, atau lembaga keuangan, dalam konteks saya bank syariah pada khususnya,” jelasnya.


Halaman:

Terkini