news

Sadis dan Kejam Oknum Askep PT PSA Tendang Alat Vital Marelius Zebua, Perusahaan Terkesan Melindungi Pelaku

Senin, 12 Juni 2023 | 15:03 WIB
Marelius Zebua (22) masih terbaring di RS, ditemani istrinya Ameria Nduru (18). Foto mitramabes.com.

Jakarta, NAWACITAPOST.com – Tindakan sadis dan kejam diduga dilakukan oknum bermarga Manihuruk  yang adalah asisten kepala PT Panca Surya Agrindo (PSA) Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau menendang alat vital pekerja pemanen buah bernama Marelius Zebua (MZ).

Baca Juga : Tekan Tindak Pidana Kekerasan Seksual di Kalangan Masyarakat, Kemenkumham Banten Aktif Berikan Sosialisasi


Mengutip mitramabes,com dengan judul Tangkap Askep Arogan, Oknum Askep PT PSA di Rohul Tendang Alat Vital Pekerja Hingga Pingsan, yang tayang Kamis (9/6/2023).

Kejadiannya pada Senin siang 6 Juni 2023, MZ (22) bersama istrinya America Ndruru (18) saat sedang memanen buah  sawit, tiba-tiba datang empat orang dari manajemen PT PSA termasuk Askep.  Askep itu menanyakan kepada MZ Sudah siap panen apa belum? Korban menjawab baru setengah ancak Pak.!

Mendengar jawaban korban, Manihuruk langsung marah-marah dengan nada tinggi dan menendang alat vital korban dengan kakinya yang masih sepatu lars. Akibatnya, korban terkapar tak sadarkan diri, kejadian tersebut dilakukan Manihuruk didepan istri Korban yang histeris hingga mengalami syok berat.

Ironisnya tindakan oknum Askep itu dilakukan didepan 3 temannya dari PT PSA ;  General Manager (GM), Asisten I dan Mandor 1. Anehnya ketiga temannya dari PT PSA tanpa mencegah tindakan pelaku.

Pasca kejadian pihak PSA merujuk korban ke klinik yang ada di kompleks perusahaan tersebut tanpa dirujuk ke RS. Setelah dari klinik korban diantar pulang kerumahnya.

Hal ini membuat kondisi kobran semakin memburuk. Pihak PTS PSA berjanji akan merawat,  namun ditunggu hingga hari kedua tidak ada realisasinya.

Setelah diberitakan beberapa mitramabes.com, pada hari ketiga korban dirujuk ke RSS Surya Insani untuk dirawat secara Intensif,” ujar Januardi Kamis sore (9/6/2023).

Sampai berita ini ditayangkan, pria beranak satu ini masih terbaring lemas dan merintih kesakitan di rumah sakit Surya Insani dampingi istrinya.

Istri korban mengatakan “Kami sudah bekerja sesuai prosedur, di lapangan kami dipimpin mandor, kami punya target kerja. Kenapa suami saya dimarah bahkan di tendang pada alat vitalnya hingga Pingsan ” jelas Ameria dengan nada sedih sambil menyeka air matanya.

Sementara itu manajemen PT PSA, ketika di konfirmasi terkait dugaan masalah penganiayaan terhadap pekerjanya via aplikasi WhatsApp, sampai berita ini diterbitkan pihak manajemen  PT.PSA tidak ada respon sama sekali. Terkesan PT PSA melindungi tindakan yang dilakukan oknum Askep itu.

Terkini