news

Merasa Belum Pernah Divaksin "Hartati Zagoto" Meminta Kepada Kapolda Sumut Ungkap Pencurian Data Vaksinasi Di Poli Polres Nisel

Jumat, 11 Maret 2022 | 21:07 WIB

Nias Selatan, NAWACITAPOST.COM - Hartatis Zagoto perempuan yang lahir didesa Bawomataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan,Hartatis zagoto istri dari pensiunan anggota Polri yang suaminya pensiunan di Mako Polres Nias Selatan, Hartatis zagoto sampai saat ini berdomisili di Kota Batam,Hartatis zagoto merasa kaget dan heran setelah mengetahui dirinya bersama dengan anaknya telah terdata divaksinasi di Poli Polres Nias Selatan, meskipun ia belum pernah di Vaksinasi di Kabupaten Nias Selatan.

Menurutnya, hal yang telah dialami keluarga Hartatis Zagoto bersama dengan anaknya adalah merupakan pencurian data yang sangat mengejutkan di Kabupaten Nias Selatan.”

warga perempuan asal Nias Selatan berakun facebook pjhartatis zagoto, awalnya ia memposting status berupa video tiktok miliknya dengan berkata di video tersebut" woi gaes aku ini kan kaget ktp saya ditangan saya ktp anak saya ditangan anak saya kok bisa datanya ada dinias selatan sana, kok bisa saya terdaftar vaksin disana berarti itu disebut apa itu? Pemalsuan data atau pencurian data gitu loh ini masalah covid loh jangan hanya kalian memulai persyaratan segampang itu mencuri data orang, itu salah besar bagaimana menurut kawan-kawan semua karena ni saya disuruh hapus tapi kyaknya miris hati saya oh kalian ambil ktp saya darimana sementara ktp saya ditangan saya dan ktp anak saya ditangan anak saya loh itupun ktp batam ngerih ngeri ngeri kinerja kalian woi berarti gampang kalian buat mencuri data itu mencuri data atau pemalsuan data karena kalau dipalsukan bagaimana ya kubilang gimana menurut kalian kalau pemalsuan data kalau pencuri data ya kyaknya mencuri data bagaimana cara mereka ngambilnya aku kaget mohon saran dari teman-teman karena ini masalah covid loh ya bukan main-main disuruh hapus gono gini, hingga mengunggah berupa status kekesalanya lewat Media Sosial (Medsos) Facebook terkait data dirinya dan anaknya yang terdaftar di Poli Polres Nisel padahal dia dan anaknya belum pernah divaksin sama sekali.

"beranda facebook dan akun tiktok miliknya "klu masyarakat salah di hukum,klu polisi salah di apai ya? bisa2nya memalsukan data anak sy yg tinggal di batam dan KTP batam,vaksinnya di polres nisel gawat gmn lg buat kami yg kurang faham ini, indonesia mau jadi apa ini pak polisi,"Ungkap distatusnya Hartati zagoto.

Sambungnya, Polres nisel tercinta,knp bs data anak sy sdh vaksin di polres nisel,sementara dia blm vaksin,disini jd kendala buat dia untuk vaksin,mhn di cek data
ucap pjHartati zagoto di akun facebooknya.

Kemudian awak media mencoba mengkonfirmasi pemilik akun facebook tersebut kepada pjhartatis zagoto, "ia menuturkan kepada awak media nawacitapost.com terkait status saya di facebook itu memang benar adanya, saya siap bertanggungjawab apa yang saya publikasikan dan saya tidak takut karena hal itu, serta ia akan melaporkan ke mabespolri,tegas Hartati zagoto. Jumat,4/2/2022.

Awal mulanya ia mengetahui jika telah di Vaksinasi di Poli Polres Nias Selatan pada saat anaknya hendak vaksin di Markas Brimob. Ia memberitahukan jika anaknya tersebut merupakan istri dari anggota Brimob yang bertugas di Batam.

Hartatis kaget…!, kok bisa sudah di vaksin di Nias Selatan, kapan ke Nias Selatan?, sementara dari tahun 2009 anak saya sudah KTP Batam,dan saya baru tahun kemarin di Batam.”ujarnya Hartatis”

Setelah mengetahui kejadian tersebut bahwa datanya dikeluarkan sama anggota pada saat itu, dan diketahui telah divaksinasi dosis kedua.

“Ketahuanlah, keluar sertifikat vaksinasinya,maupun vaksinasi ke dua, langsung dua terdaftar dan telah diterbitkan sertifikatnya” sebutnya Hartatis.

Lalu, anak saya nanya ke saya,mama kok bisa saya terdaftar ke Nias Selatan? dikirimnya lah sama saya sertifikat vaksinasinya itu, dan saya bilang mama juga gak tau coba cari tau dulu ya,” tutur Hartatis Zagoto.

Karena hal itu terjadi, kata Hartatis zagoto timbul inisiatif untuk membuka datanya, dan setelah diperiksa dengan mencocokkan tanggal vaksinasinya dengan anaknya diketahui ternyata sudah vaksin kedua.

Di situlah saya melontar, ooh… ini sudah gak benar, ini sudah penggelembungan data, asal mereka senang, asal mereka puas, asal keinginan mereka tercapai mereka mengorbankan masyarakat yang tidak tau apa-apa di Nias Selatan.”Hartatis sangat kesal”.

Menurutnya, hal yang telah dialaminya dengan anaknya adalah merupakan pencurian data yang sangat luar biasa.

Mereka mencuri data saya dan itu data saya asli, dan saya pindah penduduk melalui prosedur loh,” bebernya.

kalau video yang saya unggah tersebut merupakan ekspresi atas kekecewaan saya terhadap poli Polres Nisel yang mana saya dan anak saya telah terdaftar dan faksin dosis 1 dan dosis 2 di poli Polres Nias Selatan, jadi bagi siapa kawan-kawan media yang mau menaikan berita itu silahkan saja dan tidak apa-apa saya siap bertanggungjawab.Kemarin juga Pihak dari pada Polres Nias Selatan mencoba menghubungi saya lewat telpon seluler untuk menghapus video tersebut, akan tetapi saya menolaknya dan tidak setuju, begitu juga dengan pihak dinas kesehatan kabupaten Nias Selatan menghubungi saya dan mengatakan " ibu bisa menghapus data kembali dengan menghubungi nomor 199 tetapi saya juga menolak. Ucap hartati zagoto kepada wartawan.

"sy menghimbau masyarakat nisel bagi yg dapat data fiktif sprt sy jgn takut mari kita buktikan kebenaran,yg dpt penghargaan
pejabat tp data warga kecil yg di korbankan, sikat habis yg penting atas kebenaran,dan ttp
takut akan Tuhan" himbauan pjhartatis zagoto di akun facebook miliknya.

"Ia meminta kepada Kapolri,Mabes Polri, maupun Bapak Kapolda Sumatera Utara agar Kasus ini diselidiki dengan sebenarnya sesuai Hukum dan aturan yg berlaku di Indonesia ini,".

Pada Hari jumat 04/02/2022 sekira Jamat 16:44 Sore mencoba mengkonfirmasi kepada Humas Polres Nias Selatan "Mansyur" Melalui Via Watssap berdering namun ia tidak menjawab teleponya.

Hingga berita ini diturunkan untuk mendapatkan informasi yang mendetail.

Tags

Terkini