news

Duka di Tengah Dentuman Karnaval Sound Horeg di Jember, Anak Korban Beri Pengakuan Menyentuh

Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:02 WIB
Ilustrasi sound horeg dalam sebuah acara karnaval. Kematian seorang pria di Jember saat menonton hiburan tersebut menjadi perbincangan. (Instagram.com/@riskysuciawan)

NAWACITAPOST.COM — Gelombang duka mendalam menyelimuti peristiwa tragis yang menimpa seorang pria berinisial AW, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
 
Momen meriah pertunjukan karnaval sound horeg di Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, seketika berubah menjadi tragedi kelam setelah korban mengembuskan napas terakhirnya di tengah gegap gempita dentuman musik pada Sabtu (10/10/2026) malam.
 
Insiden tersebut mendadak viral dan memicu polemik serta perdebatan hangat jagat maya, hingga akhirnya pihak keluarga meluruskan simpang siur informasi yang beredar.
 
Baca Juga: Geger CFD Ahmad Yani: Tri Adhianto Wali Kota Bekasi Semprot Satpol PP yang Membisu

Kematian AW yang mendadak saat menyaksikan ajang hiburan bersuara nyaring itu memicu berbagai spekulasi di media sosial.
 
Tidak sedikit warganet yang buru-buru menuding keberadaan getaran ekstrem dari sistem pengeras suara skala besar tersebut sebagai pemicu utama merenggangnya nyawa korban.
 
Namun, di tengah gumpalan prasangka publik yang kian liar, putri kandung korban, Ceca, memberanikan diri angkat bicara demi meluruskan simpang siur informasi sekaligus mempertahankan martabat almarhum ayahnya.

Melalui tanggapan terbuka di kolom komentar akun Instagram publik lokal @jember24jam pada Selasa (13/10/2026), Ceca membeberkan kondisi sebenarnya dari sang ayah sebelum berangkat ke arena karnaval.
 
Ia mengungkapkan bahwa ayahnya sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit maupun mengeluhkan gangguan kesehatan sebelum pergi menyaksikan pertunjukan.
 
Baca Juga: Gelora Semarak Bekasi Barat: Wali Kota Bekasi Ajak Warga Kebal Sehat dan Kepung Porprov 2026
 
Ceca menduga kuat bahwa kondisi fisik almarhum yang rapuh malam itu dipicu oleh kelelahan fisik luar biasa usai membanting tulang bekerja seharian penuh.

Meski kepergian sang ayah menyisakan kepedihan mendalam yang memukul sanubari, Ceca secara tegas menyatakan bahwa pihak keluarga tidak menuding keberadaan sound horeg sebagai biang keladi di balik musibah tersebut.
 
"Mungkin saja kecape an karna pulang kerja, juga tidak ada unsur menyalahkan sound system," tutur Ceca dalam kolom komentar diakses pada Selasa, (13/10/2026).

Di balik peristiwa pilu tersebut, terkuak pula sebuah fakta emosional mengenai kasih sayang tulus seorang ayah kepada buah hatinya.
 
Ceca menceritakan bahwa keikutsertaan almarhum dalam kerumunan penonton sound horeg malam itu murni didasari rasa cinta yang mendalam serta dorongan untuk membahagiakan anak.
 
Baca Juga: Tri Adhianto Wali Kota Bekasi Bakar Semangat Kebersamaan Warga Saat Subuh Keliling di Mustikajaya
 
Selain almarhum memang menggemari jenis hiburan rakyat tersebut, ia rela mengesampingkan rasa lelah demi menuruti keinginan sang anak tercinta.

"Jujur ayah saya juga suka sound horeg, ayah seharian kerja pulang sore pengen nurut in kemauan anak nya, nama nya juga orang tua pengen ngeliat anak nya seneng, ini sudah takdir tuhan, saya sebagai anak juga tidak berkeingin an seperti ini," sambungnya.

Di tengah masa berkabung yang berat, Ceca menyuarakan kepasrahan atas garis takdir yang telah digariskan sang Pencipta, sembari menyampaikan imbauan emosional kepada warganet.
 
Ia mengetuk hati masyarakat luas agar menahan diri dari spekulasi liar mau pun komentar bernada negatif yang berpotensi melukai perasaan keluarga yang sedang terpukul.
 
Dibandingkan melayangkan tudingan yang meretakkan ketenangan, Ceca memohon agar publik mengulurkan keikhlasan dan panjatan doa bagi almarhum ayahnya.
 
Baca Juga: Sebut 54 Hektare Terbakar, Relawan TNPT Desak Pemerintah Tangani Karhutla dalam Skala Besar

"Semoga ayahku husnul khotimah di tempatkan di tempat yg baik sebaik baiknya, diterima semua amal kebaikan nya, mohon tidak berkomentar yg tidak baik ya, ayah sudah tenang disana, terimakasih semua yg sudah mendoa kan ayah saya, cintaku selamanya untuk ayah," pungkasnya.

Peristiwa meninggalnya AW di arena hiburan sound horeg Umbulsari kini meninggalkan duka mendalam sekaligus pelajaran berharga mengenai ketulusan pengorbanan seorang ayah.
 
Di balik riuhnya kontroversi yang membanjiri ruang publik, keikhlasan dan pesan damai dari pihak keluarga diharapkan mampu mengakhiri perdebatan serta memberikan ketenangan bagi almarhum yang telah berpulang.

Tags

Terkini