news

Kawal Model Ekonomi Baru Indonesia, Wakil Wali Kota Bekasi Bidik Kolaborasi Investasi Strategis

Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:01 WIB

NAWACITAPOST.COM — Di tengah gemuruh transformasi global dan konsolidasi perekonomian nasional, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menegaskan kesiapan daerahnya untuk memimpin di garda terdepan pertumbuhan ekonomi inklusif.
 
Langkah ini diambil saat menghadiri pembukaan forum bergengsi tahunan Investor Daily Summit (IDS) 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Forum strategis dua hari yang berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Indonesia’s New Economic Model”.
 
Baca Juga: Bebas Cemas Terjang Banjir: Langkah Krusial Rawat CVT Matic Menghadapi Musim Hujan
 
Kehadiran Abdul Harris Bobihoe secara langsung menjadi komitmen nyata Pemerintah Kota Bekasi dalam menyelaraskan arah kebijakan nasional guna menangkap peluang ekonomi masa depan.
 

Dalam pandangannya, navigasi model ekonomi baru nasional ini selaras dengan momentum pergerakan daerah yang membutuhkan dorongan daya saing tinggi.

“Investor Daily Summit 2026 memberikan perspektif yang sangat penting mengenai bagaimana Indonesia membangun fondasi ekonomi yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing. Berbagai gagasan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam melihat peluang pembangunan ke depan,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
 
Baca Juga: Awal Mula Perundungan Siswa SD Pemalang: Isyarat Pilu Korban Sebelum Merenggang Nyawa

IDS 2026 menjadi panggung krusial yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama, mulai dari jajaran menteri kabinet, pelaku industri unggulan, investor global, hingga pimpinan daerah.
 
 
Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita menyoroti titik balik perjalanan pembangunan nasional pada momentum forum kali ini.
 
Menurut Enggartiasto, Oktober 2026 memiliki makna khusus karena menjadi momentum menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
 
Baca Juga: Tragedi Beruntun Tol Cipularang KM 91: Hantaman Truk Picu Kecelakaan Karambol 15 Kendaraan

“Dua tahun merupakan masa penting untuk melihat fondasi yang sedang dibangun, sekaligus memperkuat keyakinan terhadap arah yang hendak dituju,” ujar Enggartiasto.
 

Fokus utama forum ini menyoroti akselerasi hilirisasi industri serta penguatan kapasitas investasi nasional melalui kehadiran instrumen anyar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
 
 
Baca Juga: Ancaman Rusak Permanen Mengintai, Ini Jurus Tepat Pilih Oli Matic Perkotaan

Melihat konstelasi tersebut, Abdul Harris Bobihoe menggarisbawahi posisi geopolitik dan ekonomi Kota Bekasi yang memegang peranan pivotal sebagai jantung penyangga kawasan metropolitan.
 
Kota ini dinilai menyimpan potensi tersembunyi yang siap dieksplorasi di sektor perdagangan, jasa modern, manufaktur, hingga ekonomi kreatif berbasis digital dan kemasyarakatan.

“Kota Bekasi akan terus mendorong terciptanya ekosistem yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Tentunya hal ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, investor, maupun masyarakat,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Bekasi itu menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci agar setiap rekomendasi dari IDS 2026 dapat ditransformasikan menjadi kebijakan konkret di tingkat lokal.
 
Baca Juga: Mencekam! Kecelakaan Beruntun Belasan Kendaraan Lumpuhkan Ruas Tol Cipularang KM 92

“Pada akhirnya, pembangunan ekonomi harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kita ingin pertumbuhan ekonomi nasional berjalan beriringan dengan kemajuan daerah, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat,” pungkas Abdul Harris Bobihoe.

Pentingnya langkah adaptif daerah semakin diperkuat oleh paparan dinamika kabinet yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
 
Di sela kegiatan, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah masih melakukan konsolidasi terhadap struktur kementerian koordinator yang baru.

“Yang sudah pasti itu Kementerian ESDM serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi,” kata Bahlil di sela kegiatan Investor Daily Summit 2026.

Bahlil menambahkan, Kementerian Perindustrian berpotensi besar masuk dalam koordinasi tersebut guna menopang agenda pengolahan sumber daya alam bernilai tambah tinggi.
 
Baca Juga: Tragedi Bullying SD di Pemalang Memuncak, Pemkab Nyatakan Kepsek Dinonaktifkan
 
Pemerintah juga mematangkan wacana moratorium industri produk setengah jadi di sektor nikel agar pengolahan dapat didorong hingga menghasilkan produk akhir siap pakai. Langkah ini sejalan dengan penguatan tata kelola serta transparansi BUMN demi dampak ekonomi yang terukur.

Lompatan besar model ekonomi baru Indonesia juga ditandai dengan integrasi teknologi tinggi.
 
Dalam forum yang sama, Dewan Pengarah Danantara sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyoroti percepatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan keberadaan pusat data (data center) sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen.

“Keunggulan Indonesia, bonus demografi anak muda yang adaptif teknologi. Untuk itu pemerintah siapkan program PLTS 100 GW guna pasok listrik data center,” tambah Hashim.
 
Baca Juga: Jerit Warga Palangka Raya Dikepung Asap Pekat Karhutla: Tiga Bulan Tanpa Langit Biru

Diskusi intensif selama forum berlangsung membuktikan bahwa arah baru ekonomi Indonesia bertumpu pada pilar multi-sektor: hilirisasi komoditas, transformasi digital, energi terbarukan, serta profesionalisme BUMN.
 
Kehadiran aktif Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memastikan bahwa Pemkot Bekasi berada pada garis batas tercepat untuk merespons dinamika ini, demi mewujudkan kemajuan ekonomi daerah yang berkeadilan dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Tags

Terkini